Beranda Olahraga Rugby Aceh Datangkan Pelatih Jepang

Rugby Aceh Datangkan Pelatih Jepang

BERBAGI
Peserta coaching clinic rugby di GOR KONI Aceh di Banda Aceh, Jumat (29/3). Foto KONI Aceh

BANDA ACEH – Pengprov Rugby Aceh mengadakan coaching clinic dalam rangka menghadapi Prakualifiasi Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) tahun 2019. Coaching clinic dibimbing langsung oleh pelatih dari Japan Rugby Football Union (JRFU), Mr Takanori Hattori.

“Sebuah kesempatan langka, seorang pelatih tingkat internasional seperti Takanori Hattori bisa meluangkan waktu menjadi pemateri di daerah seperti Aceh ini,” kata Wakil Ketua II KONI Bachtiar Hasan, Jumat (29/3).

“Para peserta antara lain dibekali materi tentang safety drill, games rileks, disciplin, Rugby values, dan practice,” kata Ketua Umum Pengprov Rugby Aceh Andry Agung.

Untuk pelatihan classroom berlangsung di Sekretariat KONI Aceh. Sedangkan praktik lapangan diadakan di GOR KONI Aceh dan Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya.

Takanori mengaku senang bisa datang langsung ke Aceh. Lawatannya kali ini rangkaian kegiatan dalam rangka melatih perangkat pertandingan PON Papua XX tahun 2020.

Khusus Bagi Pengprov Rugby Aceh, kehadiran Takanori dimanfaatkan untuk peningkatan kapasitas pelatih dan atlet yang tengah dipersiapkan untuk ajang perebutan tiket Pra PON 2019 menuju PON XX tahun 2020 Papua.

“Saya mendengar bahwa Aceh akan menjadi Tuan Rumah PON XXI 2024 nanti,” kata Takanori.

Ia juga mendapat kabar bahwa Aceh memiliki atlet-atlet potensial yang dapat berkiprah di tingkat nasional maupun internasional.

“Kemarin saya sampai di Aceh, siangnya kita berlatih, dan malamnya kita ngopi bersama di Kopi Khop.” Atas kehadirannya di Aceh, Takanori mendapatkan Piagam Penghargaan sebagai warga kehormatan dan Pembina Rugby Aceh di Jepang.

Bagi Pengprov Rugby, mendatangkan Takanori ke Aceh dinilai sangat efektif dan efisien dibanding mengirim pelatih atau atlet untuk mengikuti pelatihan ke luar daerah atau luar negeri.

“Kami sangat berterimakasih kepada KONI Aceh dan PB PRUI yang selama ini mendukung penuh kegiatan Cabor Rugby di Aceh,” kata Andry Agung.

Ia juga menjelaskan, keberadaan Rugby di Aceh baru satu tahun setengah. Rugby secara perlahan telah mampu memperlihatkan tajinya dengan dengan keberadaan tiga atlet putra dan tiga atlet putri Aceh di Pelatnas. ***

Sumber: KONI Aceh

BERBAGI