Beranda Jurnalis Warga Festival Paret 4.0 di Sungai Putat, Pesta Rakyat Membuat Kebersamaan

Festival Paret 4.0 di Sungai Putat, Pesta Rakyat Membuat Kebersamaan

BERBAGI
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono didampingi Ketua Kreasi Sungai Putat (KSP) Syamhudi saat menggunting pita membuka Festival Paret 2019 digelar pada 23-24 Maret 2019 di Sungai Putat, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (23/3).

PONTIANAK – Festival Paret 2019 berakhir sudah. Pesta rakyat itu digelar pada 23-24 Maret 2019 di Sungai Putat, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Berbagai kegiatan digelar. Di antaranya, dialog ide kota masa depan, kota rasa desa, pameran inovasi: pertanian, kuliner khas umkm, kerajinan dan peluncuran invovasi Kelurahan Siantan Hilir Sutan Betapa (Sungai Putat Yang Bersih Tanpa Sampah). Ratusan warga datang kesana. Pagi, siang hingga malam.

Ketua Kreasi Sungai Putat (KSP) Syamhudi di Pontianak, Kamis (27/3), mengatakan, pesta rakyat digelar ini merespons keadaan paret yang ada di Kota Pontianak. Selain itu juga mendorong bahwa paret ini bagian dari ruang publik yang perlu perhatian.

“Tidak hanya di daratan saja. Ikon Pontianak itu selalin Kota Khatulistiwa, tetapi Kota Seribu Paret. Gambut ilang kota hilang, paret ilang peradaban ilang, Festival ini tahun ke empat,” kata Syamhudi.

Syamhudi menjelaskan, ke depan ini bisa one klik one dat. Jadi menyuguhkan data terkait Sungai Putat. Konsep kegiatanya yaitu untuk menyuguhkan suasana desa di tengah kota.

“Kita dorong masyarakat yang punya kemampuan, kita berikan panggung. Sebab selama ini warga yang aktif di sanggar agak jarang diakomodir oleh pemerintah kota. Mari sama-sama untuk mengembalikan paret dan menjaga kebersihannya,” ujar Syamhudi.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengaku bangga, bahwa kegiatan tersebut berasal dari ide warga. Ini adalah inisiasi dari kelompok masyarakat di sungai putat.

“Saya mengapresiasi kegiatan ini karena bergerak dalam menjaga lingkungan dan seni budaya. Paret ini sangat dekat dengan kehidupan berfungsi sebagai drainase.

“Karena air akan pasang dan surut, air sangat dekat dengan kehidupan dan sungai sebagai peradaban di Kota Pontianak dan sangat familiar. Masalah pencemaran paret oleh limbah, industri maupun rumah tangga menjadi PR kita bersama,” kata Edi Rusdi Kamtono.

Terkait kuliner, kata Edi Rusdi Kamtono, warga mempunyai potensi sebagai pembuat kuliner dan harus ditingkatkan dan harus difasilitasi.

“Dengan mengadakan festival paret 4.0 berkreasi menarik. Selain itu dari kuliner dapat meningkatkan pendapatan warga dengan menjual produk yang enak bersaing dan kemasannya menarik,” ujar Edi Rusdi Kamtono.

Sumber: Rilis Kreasi Sungai Putat

BERBAGI