Beranda Ekonomi Bertemu Tgk Muharuddin, Warga Desa Selamat Aceh Tamiang Keluhkan Persoalan Infrastruktur

Bertemu Tgk Muharuddin, Warga Desa Selamat Aceh Tamiang Keluhkan Persoalan Infrastruktur

BERBAGI
Tgk Muharuddin saat bersilaturrahmi dengan warga Desa Selamat, Tenggulun, Aceh Tamiang. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]

ACEH TAMIANG – Warga Desa Selamat Kecamatan Tenggulun Kabupaten Aceh Tamiang mengeluhkan persoalan pembangunan infrastruktur yang belum memadai. Mayoritas akses jalan di desa tersebut tidak teraspal, sehingga menghambat pengembangan sektor wisata dan perkebunan warga.

“Banyak jalan di desa kami yang belum diaspal. Kami berharap kepada Tenguku Muhar untuk dapat memperjuangkan adanya bantuan akses jalan hingga ke tempat wisata (gunung pandan) di desa kami,” kata Sekretaris Desa Selamat, Sutrisno, saat menerima kunjungan Anggota DPR Aceh, Tgk. Muharuddin, Sabtu malam, (2/3/2019).

Sutrisno didampingi sejumlah warga Desa Selamat mengharapkan Tgk Muharuddin dapat memperjuangkan akses jalan produksi untuk kebutuhan para petani membawa hasil pertanian dan perkebunan masyarakat.

Dalam pertemuan itu, para perangkat Desa Selamat juga melaporkan persoalan abrasi tebing sungai yang berada di Dusun Tenggulun.

“Abrasi tebing sungai ini mengancam pemukiman warga. Kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait, namun belum ada tindaklanjut. Jika ini tidak segera ditangani, maka rumah warga yang berada di pinggiran sungai terancam amblas,” ungkap Sutrisno.

Selain itu, warga Desa Selamat juga mengharapkan Tgk. Muharuddin dapat memperjuangkan bantuan pembangunan masjid, yang telah ada bantuan hibah tanah sebelumnya oleh masyarakat setempat.

“Kami ada masjid, tapi kurang layak dikatakan sebuah masjid. Masyarakat di sini telah menghibahkan tanah seluas 1600 meter untuk pembangunan masjid. Kami berharap, Teungku Muhar bisa membantu agar adanya bantuan pembangunan masjid dari pemerintah,” harapnya.

Tgk Muharuddin saat bersilaturrahmi dengan warga Desa Selamat, Tenggulun, Aceh Tamiang. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Sementara itu Tgk. Muharuddin dalam pertemuan tersebut mengatakan terkait pembangunan akses jalan, dikarenakan status jalan tersebut merupakan jalan desa, maka hal itu merupakan kewenangan dari Pemkab Aceh Tamiang. Politisi Partai Aceh ini menyarankan para perangkat Desa Selamat untuk mengupayakan usulan pembangunan jalan masuk ke dalam Murenbang Pemkab Aceh Tamiang, guna adanya alokasi anggaran otonomi khusus (otsus) yang pengelolaannya telah dikembalikan Pemerintah Aceh ke kabupaten/kota.

“Jika nantinya tidak ada tindaklanjut, maka akan kita cari cara lain dan upayakan nantinya apakah dibangun dengan menggunakan APBA ataupun APBN. Untuk akses jalan usaha pertanian, juga akan kita lihat nanti urgensinya bagaimana dan akan kami bahas di DPRA,” ungkap Mantan Ketua DPR Aceh ini.

Sementara itu terkait abrasi tebing sungai yang mengancam pemukiman warga, Tgk. Muharuddin mengatakan dirinya akan meninjau ke lokasi untuk melihat kondisi abrasi tersebut.

“Kita harapkan kepada Pemkab Aceh Tamiang untuk dapat segera menindaklanjuti persoalan tersebut, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” imbuhnya.

Mengenai pembangunan masjid, Tgk. Muhar menambahkan, dirinya meminta para perangkat desa untuk membuat proposal usulan ke gubernur Aceh dengan tembusan ke DPRA.

“Kami akan coba upayakan nantinya dalam pembahasan APBA 2020, agar adanya alokasi anggaran untuk pembangunan masjid di Desa Selamat,” pungkasnya.

Tgk Muharuddin membakar api unggun dalam kegiatan kemah bersama kalangan milenial Aceh Tamiang. [Foto: RIyanda]
Selain bersilaturrahmi dengan warga dan perangkat Desa Selamat, Tgk. Muharuddin juga mengikuti kegiatan kemah bersama para milenial (kalangan pemuda) Aceh Tamiang yang berasal dari berbagai komunitas.

Tgk Muharuddin mengikuti kegiatan penanaman pohon di Desa Selamat, Tengulun, Aceh Tamiang. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Selain itu keesokan harinya, Minggu (3/3/2019), Tgk. Muharuddin juga mengikuti kegiatan penanaman pohon bersama para pemuda dan perangkat Desa Selamat, Tenggulun, Aceh Tamiang. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya penghijauan hutan kembali, mencegah abrasi, serta menyejukkan area wisata di di Gunung Pandan. [Reza Gunawan]

BERBAGI