Beranda Infotaiment Ziarahi Makam Raja Keturunan Turki di Aceh Tamiang, Tgk. Muhar: Kita Harus...

Ziarahi Makam Raja Keturunan Turki di Aceh Tamiang, Tgk. Muhar: Kita Harus Menjaga dan Merawat Sejarah

BERBAGI
Tgk Muharuddin saat beziarah ke Makam Teuku Ampon Chik Ismail Siddik Attahashi (Raja Sungai Iyu ke-IV) [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]

KUALA SIMPANG – Anggota DPR Aceh Tgk. Muharuddin berziarah ke makam-makam raja keturunan Turki di Aceh Tamiang, Kamis (21/2/2019).

Makam yang diziarahi Tgk. Muhar yaitu Makam Teuku Ampon Chik Ismail Siddik Attahashi (Raja Negeri Sungai Iyu ke-IV) yang berada di Gampong Masjid Sungai Iyu, serta Makam Raja Banta (Panglima Perang Negeri Sungai Iyu) yang berada di Gampong Bandar Baru, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang.

Selain itu, politisi Partai Aceh ini juga mengunjungi Masjid Sungai Iyu yang merupakan masjid yang dibangun di bekas peninggalan bangunan Kerajaan Sungai Iyu. Masjid yang bernama Masjid Bairurrasyidin At Tahashi ini berada tepat di samping komplek makam Teuku Ampon Chik Ismail Siddik Attahashi.

Tgk Muharuddin saat mengunjungi Masjid Baiturasyiddin At Tahashi. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
“Kedua raja ini telah berperan besar untuk Aceh, khususnya Aceh Tamiang pada masa kerajaan silam. Tentunya kita tidak boleh melupakan pengorbanan dan perjuangan raja-raja di Aceh terdahulu,” kata Tgk. Muharuddin usai berziarah ke makam raja-raja di Aceh Tamiang tersebut.

Kerajaan Sungai Iyu, Tgk. Muhar menjelaskan, merupakan salah satu kerajaan besar di Aceh Tamiang yang berada di bawah Kerajaan Aceh Darussalam.

“Kerajaan ini memiliki sejarah yang besar. Raja-raja di Aceh Tamiang ini merupakan keturunan dari keluarga kerajaan Turki, yakni Attahashi. Kedua raja ini merupakan sesepuh dan pahlawan bagi Aceh,” jelasnya.

Tgk Muharuddin saat berziarah ke Makam Raja Banta, yang merupakan Panglima Perang Negeri Sungai Iyu. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Untuk itu, Tgk. Muharuddin berharap kepada masyarakat Aceh, khususnya para generasi muda untuk selalu mengingat dan mempelajari tentang kebesaran sejarah kerajaan-kerajaan Aceh di masa lampau.

“Kita harus tetap menjaga dan merawat sejarah tersebut, tidak kemudian dilupakan oleh anak cucu Aceh ke depan. Sejarah merupakan identitas suatu bangsa, karena suatu bangsa akan kehilangan identitas jika melupakan sejarah masa lalunya,” ungkap Tgk. Muhar. [Reza Gunawan]

BERBAGI