Beranda Ekonomi Tuntaskan Persoalan Air Bersih, Banda Aceh Kerja Sama dengan Batam

Tuntaskan Persoalan Air Bersih, Banda Aceh Kerja Sama dengan Batam

BERBAGI
Balai Kota Banda Aceh. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh melalui PDAM Tirta Daroy menjalin kerja sama dengan PT Adhya Tirta Batam (ATB) untuk menuntaskan persoalan air bersih di Ibu Kota Provinsi itu di tahun 2020 mendatang.

Kerja sama bertajuk Program Kemitraan Solidaritas Persatuan Perusahaan Air Minum di Indonesia (Perpamsi) 2018-2019 tersebut, difinalisasi kedua belah pihak dalam pertemuan di ballroom Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Rabu (13/2/2019).

“Kerja sama ini sangat membantu kami untuk menuntaskan persoalan air bersih per Januari 2020 mendatang,” kata Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin dalam kesempatan tersebut.

Menurut dia, penuntasan persoalan air bersih memang sudah menjadi komitmen Pemko Banda Aceh.

“Oleh karena itu, kami minta jajaran direksi PDAM Tirta Daroy untuk bekerja dengan serius persoalan air bersih di kota tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirut PDAM Tirta Daroy T. Novizal Aiyub mengatakan, kerja sama pihaknya dengan perusahaan pengelola air minum swasta pertama di Indonesia tersebut merupakan awal yang baik bagi Banda Aceh dalam upaya menuntaskan persoalan air bersih.

“Saat ini cakupan layanan kita sudah mencapai 94 persen – salah satu terbesar di Indonesia. Dan Insya Allah dengan kerja sama ini bisa segera kita realisasikan 100 persen coverage-nya,” ungkapnya.

Menurut Novizal, pencurian air lewat sambungan ilegal masih menjadi masalah utama di Banda Aceh.

“Angkanya sekira 40 persen, dan menjadi fokus kami untuk menekan tingkat kehilangan air. Sistemnya kita adopsi dari Batam, di samping terus membenahi jaringan perpipaan,” paparnya.

Ia menjelaskan, bentuk konkret kerja sama yang telah dilakukan adalah dengan membangun dua sistem Distrik Area Meter (DMA) percontohan di kawasan Kopelma Darussalam yang meliputi 1.700 sambungan rumah. “Hasilnya kita mampu menekan tingkat kehilangan air dari 40 persen menjadi 26 persen. Pendapatan juga meningkat 26 persen,” jelasnya.

Sementara mengenai tarif air yang ditetapkan oleh pihaknya saat ini, Novizal menyebut sudah full cost recovery.

“Artinya sudah ideal tanpa harus disubsidi oleh pemerintah. Dan alhamdulillah kini PDAM Tirta Daroy merupakan satu dari tiga PDAM di Aceh yang sudah mampu membukukan laba dari operasionalnya,” tambahnya.

Presdir ATB Benny Andrianto dalam kesempatan itu mengungkapkan, masih besarnya tingkat kehilangan air merupakan momok besar bagi setiap PDAM di Indonesia. “Solusinya harus ditangani secara berkesinambungan dan memang harus dibentuk suatu tim khusus,” katanya.

“Kemudian kontrol atas aduan pelanggan maupun setiap kendala yang ada sangat penting. Di era informasi digital dewasa ini jangan kedepankan metode manual lagi,” kata Benny yang juga menjabat Wakil Ketua Perpamsi ini.

Untuk itu, kata dia, pihaknya sudah membangun sistem Scada 4.0, dan siap kami bagikan untuk Banda Aceh. Ia pun memuji cakupan layanan PDAM Tirta Daroy yang telah mencapai 94% yang diiringi dengan penetapan tarif full cost recovery.

“Untuk mencapai cakupan layanan 100 persen memang sulit karena kota terus tumbuh dan berkembang. Batam saja sekarang persentasenya 99,8. Sementara tarif yang layak merupakan modal utama agar PDAM kita ‘sehat’,” pungkasnya.

SUMBER: Gatra

BERBAGI