Home Nanggroe Kenang Tragedi Arakundo, Tgk Muharuddin Imbau Masyarakat Jaga Perdamaian Aceh

Kenang Tragedi Arakundo, Tgk Muharuddin Imbau Masyarakat Jaga Perdamaian Aceh

SHARE
Tgk Muharuddin saat melihat lokasi bekas jembatan Arakundo tempat dibuangnya jenazah korban pembantaian di Idi Cut, Aceh Timur. [Foto: AcehOnline]

ACEH TIMUR – Politisi Partai Aceh Tgk. Muharuddin mengimbau masyarakat Aceh untuk selalu menjaga perdamaian Aceh yang telah berlangsung selama ini dengan baik. Hal itu dikatakannya usai menghadiri doa dan zikir bersama mengenang “Tragedi Arakondo”, Jumat (22/2/2019), di Gampong Blang Nie, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur.

“Tragedi Aceh yang perlu diperingati agar tidak dilupakan, minimal mengirim doa untuk para korban tragedi itu. Moment Peringatan tragedi arakuno ini bukan untuk membangkitkan dendam, tetapi lebih kita maknai sebagai peristiwa sedih masyarakat Aceh yang telah menjadi korban tragedi tersebut. Dan kita sebagai masyarakat Aceh, mengirimkan doa kepada korban tersebut agar ditempatkan di sisi Allah SWT,” ujar Tgk. Muhar.

Warga memperlihatkan lokasi bekas jembatan Arakundo tempat dibuangnya jenazah korban pembantaian di Idi Cut, Aceh Timur. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Dari perigatan ini, Tgk Muhar juga mengharapkan masyarakat Aceh dapat mengambil hikmah untuk menjaga perdamaian Aceh ini dapat Abadi selamanya. Mantan Ketua DPR Aceh ini juga berharap, kisah kelam konflik seperti tragedi Arakundo ini tidak terulang kembali di Aceh.

“Kita juga harapkan kepada masyarakat setempat dapat menetapkan hari tragedi arakundo ini sebagi hari penting untuk selalu diperingati serta digelar kegiatan zikir dan doa bersama untuk para almarhum yang menjadi korban tregedi itu,” harapnya.

Tgk Muharuddin saat menghadiri kegiatan zikir dan doa bersama mengenang Tragedi Arakundo. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Sementara itu salah seorang warga Aceh Timur yang menghadiri acara tersebut mengatakan, tragedi pembantaian warga sipil oleh aparat kemanan itu terjadi pada 3 Februari 1999, di Idi Cut. Sejumlah warga, kata dia, ditangkap dan ditembak oleh aparat kemanan usai menghadiri ‘Dakwah GAM’, yang selanjutnya jenazah para korban diikat dengan batu dan dilempar dari atas Jembatan Arakundo ke dalam sungai agar tenggelam.

Tgk Muharuddin menyantuni puluhan anak yatim dalam kegiatan zikir dan doa bersama mengenang Tragedi Arakundo. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
“Jadi sebenarnya ini Tragedi Idi Cut. Jembatan Arakundo ini hanya sebagai ‘saksi bisu’ tempat jenazah para korban dibuang ke sungai,” jelasnya. [Reza Gunawan]

SHARE