Beranda Nanggroe Berkunjung ke Dayah Ta’alimil Mubtadi, Tgk Muhar Temukan Bangunan Sekolah Tak Layak

Berkunjung ke Dayah Ta’alimil Mubtadi, Tgk Muhar Temukan Bangunan Sekolah Tak Layak

BERBAGI

BAKTIYA – Anggota DPR Aceh, Tgk. Muharuddin, menemukan bangunan sekolah tak layak saat berkunjung ke Dayah Ta’alimil Mubtadi, Jumat (22/2/2019), yang berada di Gampong Pucok Alue, Baktiya, Aceh Utara. Bangunan sekolah berlantai tanah itu digunakan para santri Ta’alimil Mubtadi untuk ruang belajar pendidikan umum yaitu sekolah menengah pertama.

Temuan ini berawal saat Tgk Muharuddin bertemu dengan pimpinan Dayah Ta’alimil Mubtadi, Tgk Abdul Rahman, yang menjadi khatib Jumat di Masjid Baitul A’la Gampong Geulumpang Bungkok, Baktiya, Aceh Utara. Sementara Tgk. Muharuddin saat itu menjadi imam shalat Jumat di masjid tersebut. Usai ibadah shalat Jum’at, Tgk. Abdul Rahman mengundang Tgk Muharuddin untuk mengunjungi dayah yang dipimpinnya.

Tgk Muharuddin saat melihat kondisi bangunan sekolah SMP Ta’alimil Mubtadi di Baktiya Aceh Utara. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Keuchiek Gampong Pucok Alue, Tarmizi, yang juga turut hadir saat Tgk. Muhar bersilaturrahmi di Dayah Ta’alimil Mubtadi menjelaskan dayah itu didirikan atas swadaya masyarakat sekitar sejak 2016 lalu.

“Awalnya di sini hanya satu balai pengajian, Alhamdulillah sekarang sudah ada beberapa bangunan dan menjadi dayah, serta terdapat satu SMP (sekolah menengah pertama). Tapi bangunan sekolahnya ya seperti ini, bisa kita bilang seperti kandang sapi. Kami sudah mencoba mencari bantuan, namun sampai sekarang belum ada yang membantu. Termasuk konsulat Jepang yang katanya mau memberikan bantuan, namun hingga kini bantuannya belum turun,” jelasnya.

Tgk Muharuddin saat melihat kondisi bangunan sekolah SMP Ta’alimil Mubtadi di Baktiya Aceh Utara. [Foto: Reza Gunawan/AcehOnline]
Untuk itu, Tarmizi berharap kepada Tgk. Muharuddin untuk dapat mengupayakan bantuan untuk pembangunan bangunan sekolah yang layak bagi para santri dan juga untuk kebutuhan masyarkat sekitar mengeyam pendidikan di Dayah Ta’alimil Mubtadi.

Menanggapi hal itu, Tgk. Muharuddin mengatakan dirinya akan berupaya berkoordinasi dengan Pemkab Aceh Utara, agar adanya bantuan nantinya untuk membenahi bangunan sekolah di Dayah Ta’alimil Mubtadi. Hal itu dikarenakan pengelolaan sekolah menengah pertama (SMP) menjadi kewenangan kabupaten/kota.

Kepada wartawan, politisi Partai Aceh ini mengaku miris melihat kondisi sekolah yang masih berlantai tanah tersebut.

“Bisa kita bilang ini belum layak dikatakan sekolah, namun inilah faktanya, hari ini ini digunakan untuk gedung sekolah,” jelasnya.

Tgk Muharuddin saat berkunjung ke Dayah Ta’alimil Mubtadi di Baktiya Aceh Utara. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Tgk Muharuddin berharap Bupati Aceh Utara dapat mengalokasikan anggaran untuk mebenahi sarana dan prasarana sekolah di Dayah Ta’alimum Mubtadi.

“Sehingga kita harapkan anak-anak peserta didik di Kecamatan Baktiya bisa mendapatkan fasilitas yang layak dalam menuntut ilmu,” ujar Mantan Ketua DPR Aceh ini.

Terkait kondisi sekolah itu, Tgk. Muharuddin mengaku memang pernah mendapatkan informasi adanya sekolah yang tidak layak huni di Baktiya, Aceh Utara. Namun dirinya mengatkan selama ini belum sempat melihatnya secara langsung.

“Alhamdulillah hari ini kita telah melihat secara langsung kondisi bangunan sekolah ini. Memang persoalan ini terjebak dengan kewenangan yang diberikan pemerintah pusat. Untuk pengelolaan SD dan SMP sederajat itu menjadi kewenangan kabupaten/kota, sedangkan untuk SMA/SMK sederajat itu diberikan kewenangan ke provinsi. Karena SMP menjadi kewenangan kabupaten/kota, kita harap mudah-mudahan Pemerintah Aceh Utara dapat memberikan pembangunan yang layak untuk SMP Ta’alimil Mubtadi,” harapnya.

Tgk Muharuddin (kanan) dan pimpinan Dayah Ta’alimil Mubtadi (tengah). [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Sementara itu Kepala Sekolah SMP Ta’alimul Mubtadi, Mutazabuddin, mengatakan sekolah tersebut telah bediri tiga tahun dan kini telah memiliki 50 pelajar yang terbagi dalam tiga anggakatan kelas.

“Karena kondisinya seperti ini, maka saat ini bangunan ini tidak lagi digunakan, para pelajar belajar di balai pengajian dayah,” jelasnya.

Mutazabuddin mengaku selama ini belum ada bantuan apapun yang diberikan pemerintah, selain dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang menurutnya sangat minim karena disesuaikan dengan jumlah murid.

“Kami sudah mengupayakan agar adanya bantuan dari beberapa pihak, namun hingga kini belum ada bantuan yang diberikan. Harapan kami, semoga pemerintah dapat terketuk hatinya untuk dapat serius membantu sekolah kami, khususnya di bidang fisik karena banyak harus dibenahi,” harapnya. [Reza Gunawan]

BERBAGI