Beranda Nanggroe Ketua IDA Tegaskan Jangan Libatkan PDA Dalam Persoalan Tes Baca Alquran Capres

Ketua IDA Tegaskan Jangan Libatkan PDA Dalam Persoalan Tes Baca Alquran Capres

BERBAGI
Ketua Ikatan Dai Aceh (IDA) saat menggelar konferensi pers di Jakarta terkait tes baca Alquran untuk pasangan calon presiden. Foto: Republika]

BANDA ACEH – Ketua Ikatan Dai Aceh, Tgk. Marsyuddin Ishak, menegaskan perihal desakan yang dilakukannya terhadap pasangan calon presiden 2019 untuk mengikuti tes baca Alquran tidak tidak melibatkan partai, meski dirinya tercatat sebagai pengurus di Dewan Pimpinan Pusat Partai Daerah Aceh (DPP-PDA). Untuk itu, dirinya meminta masyarakat tidak melibatkan atau mengait-ngaitkan PDA dalam persoalan tes baca Alquran untuk pasangan calon presiden tersebut.

“Jangan libatkan PDA dalam tes baca Alquran untuk pasangan calon presiden. Ini murni untuk melihat kemampuan tes baca Alquran para pasangan calon, tidak ada unsur politik dalam hal ini,” kata Tgk. Marsyuddin kepada acehonline.info, Rabu (16/1/2019).

Kepada masyarakat, Tgk. Marsyuddin meminta untuk tidak salah memahami pemberitaan mengenai dirinya terlibat sebagai pengurus partai politik.

“Masyarakat jangan memmbaca berita itu judulnya saja, tetapi lengkap dengan isinya,” ungkap Tgk. Marsyuddin.

Tgk. Marsyuddin juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang meng-screeshoot (foto layar) berita dan membagikannya tanpa membubuhi isi berita yang telah ditayangkan media.

“Jika masyarakat membaca isi berita maka akan paham, jika hanya judul tentu akan salah penafsirannya,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Ketua IDA, Tgk. Marsyuddin Ishak, yang Desak Tes Baca Alquran Capres ternyata merupakan salah satu pengurus partai politik lokal di Aceh, yaitu Partai Daerah Aceh (PDA). Dia juga tercatat sebagai calon anggota legislatif DPR Aceh Dapil Lhokseumawe-Aceh Utara.

PDA (awalnya merupakan akronim Partai Damai Aceh) merupakan partai politik pendukung Jokowi pada Pilpres 2014. di 2018, dalam beberapa konferensi pers pada acara PDA, partai ini juga menyatakan akan mendukung kandidat yang sama.

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Partai Daerah Aceh (DPP-PDA), Tengku Razuan, ketika dikonfirmasi membenarkan Tgk. Marsyuddin atau yang akrab disapa Tgk. Mudas merupakan pengurus di PDA. Tgk. Marsyuddin sendiri, kata dia, saat ini menjabat sebagai wakil sekjen di DPPP-PDA.

“Iya benar, di DPP-PDA beliau wasekjen,” kata Sekjen DPP-PDA, Tengku Razuan, kepada acehonline.info, Selasa malam (15/1/209), melalui selularnya.

Namun terkait Tgk. Marsyuddin mendesak tes baca Alquran bagi calon presiden, Tengku Razuan menjelaskan, hal itu merupakan pribadinya sebagai Ketua Ikatan Dai Aceh dan tidak terkait apapun dengan PDA baik secara politik maupun non politik.

“Persoalan Tgk. Mudas sebagai wasekjen PDA itu persoalan lain. Itu (desakan tes baca Alquran terhadap capres) pribadi dia, bukan sebagai kapasitas wasekjen PDA, tapi sebagai ketua Dai Aceh. Tidak ada komunikasi apapun Tgk. Mudas kalau dalam hal ini,” jelasnya.

Ketika ditanyai terkait PDA merupakan parpol pendukung jokowi di 2014 dan sebelumnya beberapa kali konferensi pers di 2018 menyatakan akan mendukung Jokowi di Pilres 2019, Tengku Razuan mengatakan hingga kini PDA belum menyatakan sikap resmi apapun terkait dukungan terhadap pasangan calon presiden.

“Tahun 2014 iya kami bersama jokowi. Tapi untuk 2019, sampai detik ini kami belum mengambil sikap apapun terkait dukungan terhadap calon presiden. Karena ada beberapa hal yang masih kami pertimbangkan, maka sampai saat ini kami dalam posisi ‘tiarap’. Bukan tidak, tapi lebih tepat belum menyatakan dukungan,” ungkap Tengku Razuan.

“Mungkin last minute (menit terakhir) lah kami nyatakan dukungan. Walaunpun saat ini sudah masuk masa kampanye, namun untuk Aceh kan secara jumlah suaranya tidak terlalu berpengaruh, hanya saja nama besar Aceh yang berpengaruh terhadap dukungan capres,” tambahnya. [Reza Gunawan]

BERBAGI