Beranda Ekonomi Adi Laweung: Pengembangan Sektor Perikanan dan Wisata Alue Naga Belum Optimal

Adi Laweung: Pengembangan Sektor Perikanan dan Wisata Alue Naga Belum Optimal

BERBAGI
Adi Laweung saat meninjau pantai Alue Naga yang layak dijadikan kawasan wisata kuliner Banda Aceh. [Foto: Dok. Adi Laweung]

BANDA ACEH – Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh Suadi yang akrab disapa Adi Laweung mengatakan dirinya akan memperjuangkan program pemberdayaan ekonomi dan pengembangan wisata Alue Naga, Banda Aceh, jika diberikan amanah nantinya di parlemen. Dia menilai pengembangan ekonomi masyarakat dan pengelolaan wisata di Alue Naga saat ini belum optimal.

“Alue Naga memiliki peluang ekonomi besar untuk mensejahterakan masyarakat. Namun faktanya hari ini, pemerintah belum optimal mengelola kawasan itu, baik dari sektor perikanan maupun pariwisata, untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat,” kata Adi Laweung saat meninjau kawasan Alue Naga Banda Aceh, Sabtu (19/1/2019).

Adi Laweung saat meninjau areal tambak tidak produktif di Alue Naga. [Foto: Dok. Adi Laweung]
Caleg DPRK Banda Aceh Dapil 3 meliputi Ulee Kareng – Syiah Kuala ini menjelaskan kawasan Alue Naga memiliki potensi perikanan seperti pengembangan sektor utama penghasil tiram untuk Aceh. Saat ini, kata dia, para emak-emak pencari tiram, hanya melakukan pencarian tiram dengan cara tradisional.

“Di ini banyak spot-spot areal tambak di Alue Naga dan Tibang yang tidak produktif. Jika didukung dengan sarana dan prasarana yang baik dan dianggarkan anggaran untuk menghidupkan areal tambak ini, maka kawasan itu tidak hanya menghasilkan tiram, tetapi juga hasil perikanan lainnya, baik kepiting, udang, maupun hasil tambak lain, yang ini akan membuat masyarakat lebih sejahtera,” jelas Mantan Jubir PA Pusat ini.

Kondisi tambak yang tidak dikelola dengan baik di kawasan Alue Naga Banda Aceh. [Foto: Dok. Adi Laweung]
Selain itu, Adie Laweung mengatakan kawasan Alue Naga memiliki spot wisata yang indah. Namun, kata dia, panorama di kawasan Alue Naga meski ramai dikunjungi warga Banda Aceh maupun luar daerah, tidak didukung dengan pengelolaan yang baik.

“Para pengunjung wisata Pantai Alue Naga hanya bisa menikmati pemandangan. Jika kawasan ini didukung dengan sarana yang baik dan menjadikan Alue Naga sebagai tempat wisata kuliner seperti halnya Ulee Lheue, tentu akan lebih menarik para wisatawan,” kata Caleg Partai Aceh nomor urut 7 ini.

“Jika tambak hidup, lalu ada wisata kuliner, yang pengelolaannya dilakukan langsung oleh pemuda dan masyarakat setempat, Insya Allah mereka tidak perlu lagi mengandalkan bantuan-bantuan pemerintah maupun swasta. Saat ini jujur saja kawasan Alue Naga dan Tibang masuk dalam kategori desa miskin di Banda Aceh,” tegasnya.

Kawasan Alue naga yang layak dijadikan area wisata kuliner Banda Aceh. [Foto: Dok. Adi Laweung]
Menghidupkan areal tambak dan wisata di Alue Naga dan Tibang, Adi Laweung menambahkan, juga mendukung areal wisata Taman Kota Tibang yang saat ini sudah ada.

“Mau ngapain pengunjung wisata ke Tibang jika hanya melihat taman saja. Padahal masih banyak hal lain yang bisa dikembangkan dan dikelola dengan baik, untuk mendongkrak perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Program-program ini, Adi Laweung juga menambahkan, juga tidak akan berjalan jika tidak didukung dengan peningkatan kapasitas, seperti pelatihan-pelatihan sumber daya manusia (SDM) dan pendampingan untuk warga setempat, khususnya kalangan pemuda.

“Jika sudah ada modal atau program untuk menghidupkan tambak dan wisata, jika para warga tidak dilatih dan didampingi, maka dikawatirkan akan gagal dan sia-sia,” ungkap Adi Laweung.

“Namun jika beberapa program itu terwujud kita perjuangkan di parlemen nantinya, Insya Allah akan mengubah Alue Naga dan Tibang dari desa miskin menjadi desa yang maju,” tambahnya. []

BERBAGI