Beranda Lingkungan Warga Aceh Diminta Waspadai Puting Beliung

Warga Aceh Diminta Waspadai Puting Beliung

BERBAGI
Ilustrasi cuaca buruk. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan pada bulan Februari 2019 sudah masuk masa peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau atau musim pancaroba.

“Saat masuknya musim pancaroba yang perlu diwaspadai adalah angin puting beliung. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk waspada terhadap angin puting beliung yang bisa saja terjadi kapan saja,” kata Zakaria Ahmad, Kasi Data dan Informasi BMKG Aceh Stasiun Blang Bintang,Rabu (9/1/2019) di Banda Aceh.

Ia menyatakan, di musim itu akan lebih sering muncul atau tumbuhnya awan Cumulonimbus (CB). “Angin puting beliung sendiri bisa disebabkan oleh adanya tumbuh awan Cumulunimbus atau disebut juga dengan awan CB,” ungkapnya.

Biasanya ciri-ciri akan terjadi puting beliung adalah cuaca cerah di pagi hari, angin sangat tenang dan menjelang siang mulai terbentuk awan hitam yang sangat cepat perkembangannya.

Kondisi cuaca seperti itu, jelas dia, menandakan daerah tersebut sedang terjadi tekanan udara rendah dibandingkan dengan daerah sekelilingnya.

Dengan begitu, masa udara dari daerah sekelilingnya akan menuju ke daerah itu.

Dikatakannya, dengan pergerakan masa udara ke satu titik tersebut akan terjadi angin yang sangat kencang dengan pegerakan memutar atau yang disebut abgin puting beliung. “Selain itu, angin puting beliung itu juga sangat dipengaruhi oleh adanya awan CB. Angin puting beliung juga biasanya timbul ketika masa peralihan musim,” ujarnya.

Untuk itu, masyarakat Aceh diimbau untuk dapat berlindung di bangunan yang kokoh agar tidak tertimpa atap yang beterbangan atau material lain yang terangkat oleh saat terjadi angin puting beliung.

“Jangan berteduh di bawah pohon, baliho serta tidak boleh berdiri di lapangan terbuka karena ada potensi petir juga atau jatuhnya benda yang diterbangkan angin tersebut,”pungkas Zakaria Ahmad.

SUMBER: Gatra

BERBAGI