Beranda Nanggroe Terkait Guru Kontrak, Kadis Pendidikan Dayah Aceh: Belum Diberhentikan, Masih Dievaluasi

Terkait Guru Kontrak, Kadis Pendidikan Dayah Aceh: Belum Diberhentikan, Masih Dievaluasi

BERBAGI
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Usamah Elmadny. [Foto: FB. Usamah Elmadny]

BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny, mengatakan terkait keberatan kontrak guru bahasa inggris dan matematika yang selama ini dikontrak untuk mengajar di sejumlah pesantren (dayah) di Aceh hingga kini masih tahap evaluasi dan belum diberhentikan. Selain itu, untuk guru yang dievaluasi hanya untuk bidang studi matematika.

“Yang dievaluasi hanya Guru Bidang Studi Matematika, karena bukan tupoksi (Dinas Pendidikan Dayah),” kata Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Usamah, kepada acehonline.info, Sabtu (29/12/2018), melalui pesan whatshap.

Usamah menjelaskan, Dinas Pendidikan Dayah selama ini memiliki beberapa jenis tenaga guru kontrak, yaitu Guru Kontrak Kitab Kuning, Guru Kontrak Tahfidzul Quran, Guru Kontrak Bahasa Arab, serta Guru Kontrak Bahasa Inggris.

“Semua guru Kontrak Dayah tersebut dibayar honor dari DPA Dinas Pendidikan Dayah Aceh karena merupakan tupoksi Dinas Pendidikan Dayah Aceh,” jelasnya.

Sedangkan Guru Kontrak Matematika di lingkungan Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah menbambahkan, mulai tahun anggaran 2019 dievaluasi keberadaannya, karena guru kontrak mata pelajaran Matematika bukan merupakan tupokusi Dinas Pendidikan Dayah Aceh.

“Sedangkan Guru Kontrak Kitab Kuning, Guru Kontrak Bahasa Arab, Guru Kontrak Tahfidzul Quran, dan Guru Kontrak Bahasa Inggris tetap diperpanjang setelah dievaluasi sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Usamah menegaskan pihaknya mengevaluasi pada tahun anggaran 2019 hanya guru bidang studi matematika. Hal itu dikarenakan guru bidang studi Matematika pada sekolah sekolah di lingkungan dayah bukan tupoksi Dinas Pendidikan Dayah Aceh.

“Guru Kontrak Matematika yang ada di sekolah sekolah dalam lingkungan dayah adalah tupoksi lembaga lain sesuai dengan sistem kurikulum yang digunakan sekolah di dayah tersebut, Kementerian Agama atau Disdik,” ujar Usamah.

“Terkait jumlah guru kontrak matematika yang dievaluasi tahun anggaran 2019 karena bukan Tupoksi adalah 40 orang,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Sekitar 30 guru kontrak menolak kebijakan Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh yang memutuskan kontrak (memberhentikan) mereka sebagai guru program studi matematika dan Bahasa inggris di sejumlah pesantren (dayah) di Aceh.

“Kami menolak atas kebijakan Kadis Dayah Aceh yang memberhentikan guru matematika dan bahasa inggris. Kami merasa dizhalimi oleh kepala dinas dayah, di mana selama ini kami mendidik putra putri di pesantren seluruh Aceh dengan hadiah tidak dilanjutkan kontrak. Kami mengabdi menjadi guru kontrak dayah sudah 10 tahun, sejak 2008 sampai sekarang,” kata Koordinator Perwakilan Guru Kontrak yang diberhentikan Dinas Pendidikan Dayah, Teuku Mahmudi, dalam siaran pers yang diterima acehonline.info, Sabtu (29/12/2018). [Reza Gunawan]

BERBAGI