Beranda Nanggroe Istri Alm Teungku Ilyas Leube: Almarhum Sering Berpesan Jangan Serahkan Aceh kepada...

Istri Alm Teungku Ilyas Leube: Almarhum Sering Berpesan Jangan Serahkan Aceh kepada Orang Dzalim

BERBAGI
Anggota DPR Aceh Tgk. Muharuddin saat mendengarkan cerita istri Alm Teungku Ilyas Leube tentang perjuangan mendiang suaminya. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]

BENER MERIAH – Hj. Salamah, yang merupakan istri dari Reje Linge XIX Alm. Teungku Ilyas Leube mengatakan mendiang suaminya saat berjuang untuk Aceh sering berpesan agar tidak menyerahkan Aceh kepada orang yang serakah dan dzalim. Aceh, harus diserahkan kepada pemimpin yang amanah.

“Pesan khusus yang sering disampaikan, Aceh jangan diserahkan kepada orang dzalim. Aceh memiliki kekayaan alam yang berlimpah, jika diserahkan kepada orang yang salah, maka hasil alam Aceh akan dijual kepada orang luar, tanpa ada kesejahteraan untuk masyarakat Aceh,” kata Hj. Salamah saat menceritakan perjuangan Alm. Teungku Ilyas Leube kepada Anggota DPR Aceh Tgk. Muharuddin saat memenuhi undangan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di rumah Alm. Teungku Ilyas Leube, di Desa Bandar Lampahan, Bener Meriah, Selasa (4/12/2018).

Selain itu Hj. Salamah juga mengatakan, Alm. Teungku Ilyas Leube Ilyas Leube selalu berharap, para generasi Aceh dapat meneruskan perjuangannya terdahulu dengan tujuan utama mensejahterakan masyarakat.

“Jangan ada lagi kemiskinan di Aceh. Kesejahteraan harus merata dan dirasakan seluruh masyarakat Aceh, tanpa membedakan suku-suku. Kita jangan memilih suku ini dan suku itu. Almarhum tidak pernah membeda-bedakan suku di Aceh, baik masa perjuangannya saat DI/TII maupun saat AM (Aceh Merdeka),” ungkapnya.

Dengan adanya perdamaian Aceh saat ini dan momentum Milad GAM ke 42, Hj. Salamah berharap Aceh dapat menjadi daerah seperti bagaimana umumnya di Indonesia. Selain itu, dia juga mengharapkan generasi sekarang menghargai para pejuang Aceh terdahulu.

“Pemimpin Aceh harus aamah dan bersatu membangun Aceh. Jangan gara-gara ada kesalahan sedikit, kita terpecah belah. Kita harus saling sayang-menyayangi dan saling maaf-memaafkan jika ada keselahan. Aceh harus menjadi contoh bagi daerah lain,” harapnya.

Tgk. Muharuddin saat memimpin doa dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW di kediaman keluarga besar Alm. Teungku Ilyas Leube. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Sementara itu Tgk. Muharuddin mengatakan ketauladanan Alm. Teungku Ilyas Leube yang berjuang untuk mensejahterakan masyarakat Aceh harus menjadi contoh bagi masyarakat Aceh.

“Yang perlu kita tauladani dari beliau, Almarhum Teungku Ilyas Leube tidak pernah membeda-bedakan suku Aceh, gayo, maupun alas dalam berjuang mensejahterakan masyarakat Aceh. Papun warna dan suku di Aceh, jika berbicara masalah kesejahteraan, maka itu menjadi tanggungjawab semua pihak di Aceh, tidak kemudian membeda-bedakan tas maupun suku yang ada di Aceh,” ujarnya.

Tgk. Muharuddin didampingi cucu Alm Teungku Ilyas Leube, Mustawa Agustina, menyantuni belasan anak yatim dalam acara Maulid Nabi Muhamamd di kediaman keluarga besar Alm. Teungku Ilyas Leube.

Tgk. Muharuddin juga mengatakan mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan memakmurkan Aceh dapat dilakukan jika semua pihak di Aceh dapat bersatu dan bergandengan tangan membangun Aceh.

“Jika kita terpecah-belah, maka Aceh akan terus terpuruk. Tujuan utama dari para pejuang Aceh terdahulu untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat tidak akan pernah terwujud. Untuk itu, kita harus bersatu padu membangun Aceh secara bersama-sama,” harapya. [Reza Gunawan]

BERBAGI

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here