Beranda Olahraga Klub Bola di Aceh Diminta Percaya Diri Gunakan Pemain Lokal

Klub Bola di Aceh Diminta Percaya Diri Gunakan Pemain Lokal

BERBAGI
Pembukaan Pelatihan Pelatih Sepak Bola Usia Dini yang diselenggarakan ASSA. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abubakar mengatakan klub sepak bola di Aceh harus mengutamakan talenta-talenta (pemain) lokal, dibandingkan mengontrak pemain luar. Hal itu menurutnya akan menjadi kebanggan bagi daerah asal klub itu sendiri serta menjadi motivasi bagi pemain-pemain bola Aceh untuk dapat berkiprah di ajang yang lebih tinggi.

“Kita harus percaya diri, jangan sering bond pemain orang. Jangan misalnya Persatuan Sepak Bola Meulaboh tapi bond (kontak) pemain dari medan atau daerah luar lain, cari bibit sendiri dari Meulaboh,” kata Kamaruddin Abubakar yang akrab diapa Abu Razak saat membuka Pelatihan Pelatih Sepak Bola Usia Dini yang diselenggarakan Asosiasi Sekolah Sepakbola Aceh (ASSA) bekerjasama dengan Kemeterian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Jumat (30/11/2018), di Grand Aceh Hotel, Banda Aceh.

Pemain bola Aceh, kata Abu Razak, banyak yang memiliki prestasi, baik di nasional maupun intenasional. Seperti Persiraja Banda Aceh yang pada era tahun 80-an memiliki prestasi hebat dan menjadi klub bola yang diperhitungkan di kancah nasional.

“Ada juga klub bola U-19 di Aceh yang mewakili Indonesia bertanding ke Myanmar dan Australia seitar tahun 2011. Namun dua tiga tahun prestasi itu tidak pernah kita dengar lagi, ini harus menjadi bahan kajian dan tanggungjawab kita bersama untuk dapat menciptakan kembali bibit-bibit pemain bola unggul di Aceh,” ungkapnya.

Guna menghadirkan kembali prestasi sepak bola di Aceh, Abu Razak menilai perlu adanya pelatih-pelatih unggul untuk menciptakan pemain-pemain bola yang baik dan dapat kembali berprestasi.

“Tentunya pemain yang dilatih ini adalah betul-betul bibit unggul, bukan titipan. Jika titipan, maka selamat tinggal lah sepak bola Aceh, karena yang dilatih adalah pemain yang tidak berbobot. Untuk itu kami harap, ASSA dapat bekerja professional dalam membimbing klub sepak bola dan menciptakan pemain-pemain baru. Kami harap program-program seperti ini terus berlanjut dan ASSA dapat membimbing klub-klub bola di Aceh agar dapat kembali berprestasi,” harapnya.

Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abubakar didampingi Sekjen ASSA menyerahkan materi pelatihan pelatih sepak bola usia duni kepada peserta pada pembukaan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Sekjen ASSA Zahirsyah Oemardy mengatakan kegiatan pelatihan pelatih sepak bola anak usia dini itu digelar untuk peningkatan kapasitas para pelatih agar para telenta-telenta muda Aceh bisa mendapatkan pelatihan yang baik.

“Pemain-pemain yang dasarnya bagus jika salah dilatih maka itu sangat fatal. Maka dari itu, pelatihan untuk para pelatih itu sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Dalam pelatihan ini, kata Zahiryah, para pelatih sepak bola anak usia dini akan dibimbing oleh Ahyar Ilyas yang merupan satu-satunya pelatihsepak bola Aceh yang memiliki lisensi B dari AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia).

“Kegiatan ini akan dibagi dua sesi, yaitu indoor dengan pemberian materi dan outdoor dengan kegiatan uji di lapangan,” ujarnya.

Zahirsyah menambahkan, ASSA adalah sebuah lembaga independen yang dibentuk oleh pembina sepak bola seluruh Aceh yang bermuysawarah pada 2014, untuk membentuk sebuah wadah untuk memayungi sekolah sepak bola (SSB)dan pelatih sepak bola usia dini seluruh Aceh.

“Karena kami melihat saat ini semakin banyak sekolah sepak bola yang muncul di seluruh Aceh. Jadi perlu ada satu wadah agar SSB Aceh dipersatukan agar dapat saling berbagi informasi dalam hal peningkatan kualitas. ASSA juga sesuai visi-misinya adalah membangun sepak bola Aceh melalui sekolah sepak bola. Alhamdulillah saat ini, hampir seluruh sekolah sepak bola dan pembina bernaung di ASSA,” ujarnya.

Zahirsyah berharap, Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Pemerintah Aceh di 2019 dapat mendukung nantinya kegiatan pembinaan bagi pelatih dan sekolah sepak bola di Aceh yang dilakukan ASSA.

“Semoga kegiatan-kegiatan seperti ini dapat terus kita laksanakan, agar adanya peningkatan kualitas baik pemain maupun para pelatih sepak bola di Aceh. Dengan harapan, sepak bola Aceh dapat kembali berprestasi nantinya, baik di kancah nasional maupun internasional,” imbuh Zahirsyah. []

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here