Beranda Nanggroe Taat Perintah Mualem, Tgk Muhar Pastikan Tak Akan Menggugat Pergantian Ketua DPRA

Taat Perintah Mualem, Tgk Muhar Pastikan Tak Akan Menggugat Pergantian Ketua DPRA

BERBAGI
Ketua DPRA Tgk. Muharuddin. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Tgk. Muharuddin memastikan dirinya tidak akan melakukan upaya gugatan atau proses hukum atas keputusan Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh beberapa waktu lalu terkait pergantian dirinya dari jabatan Ketua DPR Aceh. Tgk. Muhar mengatakan dirinya taat dan patuh terhadap keputusan DPA Partai Aceh tersebut dan menerimanya dengan lapang dada.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Mualem (Muzakir Manaf) selaku pimpinan Partai Aceh yang telah memberikan mandat dan kepercayaan kepada saya lebih kurang empat tahun dua bulan sebagai Ketua DPR Aceh. Kepercayaan ini tentu tidak mudah diberikan dan tentu pilihan beliau kepada saya adalah sesuatu yang perlu diapresiasi. Ketika saat ini beliau meminta saya untuk diganti, tentu hal ini telah dipikirkan matang-matang oleh pimpinan DPA-PA. Saya selaku kader Partai Aceh, harus menerima dan taat terhadap keputusan tersebut, tidak kemudian mempertanyakan kenapa atau mengapa (pergantian ketua DPRA dilakukan). Tentu keputusan ini sudah dikaji dengan matang oleh pimpinan, saya menerima keputusan ini dengan lapang dada,” kata Tgk. Muharuddin kepada wartawan usai memimpin Rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRA terkait pergantian Ketua DPR Aceh, Senin sore (5/11/2018), di Gedung DPR Aceh.

Menindaklanjuti surat keputusan DPRA Partai Aceh terkait pergantian jabatan Ketua DPR Aceh dari Tgk. Muharuddin kepada Sulaiman, Tgk. Muharuddin langsung memimpin Rapat Badan Musyawarah untuk menentukan Rapat Paripurna untuk meminta persetujuan anggota DPR Aceh terkait usulan pergantian ketua DPR Aceh untuk disampaikan ke Mendagri. Hasil rapat Banmus DPRA diputuskan paripurna tersebut akan digelar besok siang, Selasa (6/11/2018).

“Rapat Banmus ini saya pimpin sendiri untuk menjawab keraguan sebagian kalangan dan adanya penilaian saya berupaya menolak atau menggugat keputusan ini. Saya akan menjalankan fungsi yang sudah ada, artinya profesionalitas saya sebagai ketua DPRA hari ini, sebelum adanya SK baru dari Kemendagri tetap saya jalankan sebagaimana yang diberikan konstitusi, baik itu di banmus maupun di paripurna besok juga akan saya pimpin sendiri,” ujarnya.

“Saya pastikan saya tidak akan menggugat. Saya akan terima keputusan itu dengan lapang dada. Hadirnya saya dalam rapat ini, juga sebagai bentuk profesionalitas saya dan taat saya kepada Mualem dan amanah partai yang harus saya jalankan,” tambahnya.

Ketua DPRA Tgk Muharuddin (kanan) dan Ketua Fraksi Partai Aceh Iskandar Usman Al-Farlaky saat menggelar konferensi pers usai Rapat Banmus DPRA terkait pertantian ketua DPRA., Senin (5/11/2018). [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Setelah diparipurnakan, kata Tgk. Muharuddin, hasil persetujuan paripurna akan disampaikan nantinya kepada Plt Gubernur Aceh untuk diteruskan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

“Proses selanjutkan kami menunggu turunkan SK dari Kemendagri. Setelah adanya SK, maka baru nantinya dijadwalkan sidang paripurna istimewa penetapan dan pemberhentian ketua DPR Aceh,” ujarnya.

Kepada masyarakat, khususnya kalangan internal KPA/PA, Tgk. Muharuddin berharap tetap solid dan tidak ada gesekan di lapangan terkait pergantian ketua DPR Aceh tersebut.

“Saya juga sudah bertemu Sulaiman dan berdiskusi ringan dengan beliau, serta mengucapkan selamat. Kita harapkan kekompakan dan kesolidan di internal PA dan KPA di seluruh Aceh tetap terjaga, tidak kemudian ada pihak-pihak yang mencoba untuk memecah belah internal PA/KPA,” harapnya.

Tak ada pelanggaran AD/ART Partai Aceh

Sementara itu Ketua Fraksi Partai Aceh di DPRA Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan pergantian jabatan ketua DPR Aceh hanya rotasi jabatan biasa, seperti yang dilakukan Partai Aceh terkait kepada kadernya di DPR Aceh sebelumnya terkait alat kelengkapan DPRA. Dirinya memastikan tidak ada pelanggaran yang dilakukan Tgk. Muharuddin terhadap AD/ART Partai Aceh hingga dilakukannya pergantian tersebut.

“Di surat tidak disebutkan tentang itu (melanggar AD/ART Partai Aceh). Tidak ada persoalan khusus yang pimpinan sampaikan, hanya reposisi biasa. Tentu bagi kami di fraksi, apa yang menjadi kebijakan partai maka kami laksanakan dan tindaklanjuti,” ujarnya.

Selain itu, Iskandar Usman mengatakan dirinya mengapresiasi langkah Tgk. Muharuddin yang memimpin langsung rapat banmus terkait pergantian ketua DPRA.

“Tgk. Muharuddin selaku kader Fraksi Partai Aceh di DPRA sudah menunjukkan sikap yang sangat dewasa dan beliau sudah sangat legowo. Tadi yang sangat kami apresiasi, beliau sendiri yang memimpin rapat penentuan raparipurna terkait pergantian ketua DPRA, yang juga akan beliau pimpin besok. Pada saat penetapan (ketua DPR Aceh yang baru) beliau sendiri juga yang akan memimpinnya nanti,” ungkap Iskandar.

“Beliau (Tgk. Muharuddin) kami minta untuk tetap kontribusi, termasuk memberi masukan kepada pimpinan DPR Aceh yang baru, karena beliau pengalamannya sudah banyak sekali memimpin DPRA selama empat tahun dan kader kami yang baru butuh proses agar adanya kebijakan-kebijakan yang diambil nantinya dapat merakyat dan pro rakyat,” tambahnya. [Reza Gunawan]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here