Beranda Hukum Akui Istilah Zakat Fitrah, Ajudan: Bupati Bener Meriah Jual Mobil untuk Suap...

Akui Istilah Zakat Fitrah, Ajudan: Bupati Bener Meriah Jual Mobil untuk Suap Irwandi Yusuf

BERBAGI
Irwandi Yusuf usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK terkait kasus suap dana Otsus Aceh, Senin (13/8/2018). [Foto: Detik.com]

JAKARTA – Muyassir, ajudan Bupati Bener Meriah nonaktif Ahmadi, mengatakan bosnya menjual satu unit mobil merek Honda CR-V. Sebagian uang hasil penjualan itu, kata dia, diberikan secara tidak langsung kepada Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf terkait pengurusan program pembangunan di Kabupaten Bener Meriah yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018.

“Sebagian dari uang jual mobil terdakwa,” kata dia saat bersaksi dalam sidang kasus suap DOKA dengan terdakwa Ahmadi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 1 Oktober 2018.

Muyassir menuturkan mobil Ahmadi laku dijual sebesar Rp 425 juta. Sebagian uang hasil penjualan kemudian digunakan untuk melunasi mobil, sehingga tersisa Rp 250 juta.

Dari jumlah itu, sebanyak Rp 120 juta kemudian dia serahkan kepada orang kepercayaan Irwandi, Teuku Saiful Bahri, melalui perantara Teuku Fadhilatul Amri di depan SMEA Lampineung, Banda Aceh pada 7 Juni 2018. Dalam dakwaan, Saiful Bahri disebut sebagai orang yang mengkoordinir jatah gubernur terkait pengurusan DOKA.

Dua hari setelah penyerahan pertama, Muyassir mengaku kembali menyerahkan uang dengan total Rp 430 juta kepada Fadhil. Sebanyak Rp 300 juta uang itu berasal dari Ahmadi, sedangkan Rp 130 juta sisanya berasal dari hasil penjualan mobil. “Sudah saya kasih, Pak,” kata Muyassir mengulang laporannya ke Ahmadi usai menyerahkan uang.

Akui Istilah ‘Zakat Fitrah’

Ajudan Bupati Bener Meriah, Muyassir mengakui pernah menggunakan istilah zakat fitrah sewaktu berkomunikasi melalui WhatsApp dengan Bupati Bener Meriah, Ahmadi. Muyassir mengakui bahwa istilah itu memaksudkan uang untuk Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

Hal itu dikatakan Muyassir saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (1/10/2018). Dia bersaksi untuk terdakwa Ahmadi. “Itu hanya kiasan saja, Yang Mulia,” ujar Muyassir.

Menurut Muyassir, awalnya dia dihubungi oleh Teuku Saiful Bahri, mantan anggota tim sukses Irwandi saat pemilihan gubernur Aceh. Saat itu, Saiful memberitahu agar Ahmadi menyiapkan uang Rp 1 miliar untuk Irwandi. Menurut jaksa, setelah itu Muyassir mengirim pesan singkat melalui WhatsApp kepada Ahmadi.

Muyassir mengatakan, “Siyap Pak, mau ngomong masalah zakat fitrah untuk Lebaran ini Pak, satu ember dulu Pak”.

Atas permintaan uang itu, Ahmadi menyanggupinya dan mengatakan “Ya”. Selanjutnya, Muyassir melakukan pertemuan dengan Hendri Yuzal dan membahas teknis penyerahan uang “zakat fitrah” dari Ahmadi. “Katanya, sampaikan lah, tapi jangan secara vulgar,” kata Muyassir.

Dalam perkara ini, KPK mendakwa Ahmadi menyuap Irwandi Yusuf sebanyak Rp 1,05 miliar. Menurut jaksa, uang itu diberikan agar Irwandi menyetujui usul Ahmadi supaya kontraktor dari Kabupaten Bener Meriah dapat mengerjakan proyek infrastruktur yang bersumber dari DOKA tahun 2018. [Tempo/Kompas]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here