Beranda Nanggroe Ketua DPRA Sambangi Warga Aceh Korban Gempa Lombok

Ketua DPRA Sambangi Warga Aceh Korban Gempa Lombok

BERBAGI
Ketua DPRA Tgk. Muharuddin mengunjungi warga Aceh korban gempa Lombok. [Foto: Istimewa]

MATARAM – Gempa bumi 7,0 SR yang mengguncang Lombok pada 5 Agustus 2018 turut dirasakan warga Aceh yang menetap di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ketua DPR Aceh Tgk. Muharuddin pada Kamis, 27 September 2018, mengunjungi para warga Aceh yang menjadi korban gempa Lombok.

Dalam pertemuan dengan masyarakat Aceh di sekretariat Taman Iskandar Muda (TIM) NTB di Mataram, Tgk. Muharuddin mendapat informasi data warga Aceh yang menetap di Lombok, NTB yang sebelum terjadinya gempa Lombok 5 Agustus 2018 berjumlah 85 KK (420 jiwa). Pasca gempa, data warga Aceh di NTB telah diperbaharui menjadi 105 KK (505 jiwa) seiring pendataan terbaru yang dilakukan oleh Taman Iskandar Muda NTB (wadah perkumpulan masyarakat Aceh di NTB).

Dari 105 KK warga Aceh tersebut, sekitar 70 persen berdomisili di Mataram, NTB jumlah warga terbanyak berasal dari Aceh Utara, Pidie dan Pidie Jaya.

“Alhamdulillah tidak ada warga Aceh yang meninggal dunia akibat gempa Lombok. Hanya beberapa warga Aceh yang mengalami luka-luka serta beberapa rumah warga Aceh yang rusak,” kata Penasehat Taman Iskandar Muda NTB, Teuku Yunansyah.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRA menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp 50 juta kepada Taman Iskandar Muda NTB yang diterima oleh ketua TIM NTB, H. Namazi Ismail didampingi oleh beberapa pengurus TIM NTB lainnya.

Karena masa tanggap darurat gempa Lombok telah selesai, maka dana tersebut akan digunakan untuk persiapan pembangunan Meunasah Aceh di Lombok. Sejak 5 tahun lalu, warga Aceh di Lombok, NTB telah merencanakan untuk membangun Meunasah Aceh sebagai tempat berkumpul dan beribadah warga Aceh.

Selain itu, pengurus TIM NTB menyampaikan secara langsung kepada Ketua DPR Aceh agar Pemerintah Aceh dapat membantu pembangunan Meunasah Aceh di Lombok. Saat ini, pengurus TIM NTB tengah berupaya membeli lahan untuk Meunasah Aceh tersebut yang diperkirakan membutuhkan dana Rp 300 juta.

Untuk itu, Warga Aceh di NTB sangat berharap uluran tangan Pemerintah Provinsi Aceh agar dapat membantu kekurangan dana untuk membeli lahan tersebut sekaligus membantu pembangunan Meunasah Aceh tersebut.

“Insha Allah, saya akan segera berdiskusi dengan Plt Gubernur Aceh untuk menindaklanjuti permintaan warga Aceh di NTB, khususnya soal pembangunan Meunasah Aceh di Lombok ini,” tambah Tgk. Muharuddin.

Selain bertatap muka dengan warga Aceh di Sekretariat TIM NTB pada 27 September 2018, Ketua DPRA juga mengunjungi beberapa lokasi terdampak gempa di Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Barat pada 28 September 2018. []

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here