Beranda Nanggroe MaTA Temukan Pasien Beli Obat di Luar, BPJS Diminta Beri Sanksi Terhadap...

MaTA Temukan Pasien Beli Obat di Luar, BPJS Diminta Beri Sanksi Terhadap Faskes dan Dokter

BERBAGI
Ilustrasi pasien di rumah sakit. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Lembaga Masyarakat Tansparansi Aceh (MaTA) menemukan adanya sejumlah pasien Badan Pelayanan Jaminan Kesehatan (BPJS) yang membeli obat di luar pemberi layanan fasilitas kesehatan (faskes) di Banda Aceh seperti rumah sakit dan puskesmas. Hal itu ditemukan MaTA berdasarkan pemantauan yang dilakukan sejak Juli hingga September 2018 terkait pelayanan fasilitas kesehatan pada pasien BPJS.

“Dari hasil pemantau tersebut, MaTa menilai belum ada yang fokus mendorong perbaikan tata kelola obat di Faskes. Pada beberapa faskes yang menjadi objek temuan kami, mereka hanya fokus pada pelayanan ke pasien, tapi tidak pada pelayanan obatnya. Hal ini dibuktikan masih adanya pasien yang harus membeli obat di luar,” kata Koordinator Bidang Hukum dan Politik MaTa, Baihaqi, dalam konferensi pers yang digelar Selasa (25/09/2018) di Kantor MaTA, Banda Aceh.

Dalam temuan MaTA, Baihaqi menjelaskan sepanjang Agustus 2018 terdapat 21 peserta BPJS yang mengambil obat di luar faskes. Mereka terdiri dari 10 pria dan 11 wanita berumur 1 sampai 69 tahun. Selain itu MaTa juga menemukan 18 Pasien BPJS yang mengaku membeli obat di luar rumah sakit.

“Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh paling banyak pasien yang mengambil obat di luar dan paling sering terjadi kekosongan obat pada 2017 silam, karena pernah terlilit utang dengan distributor obat. Namun persoalan itu masih terjadi hingga saat ini,” ungkap Baihaqi.

Baihaqi menjelaskan para pasien BPJS yang mengambil obat di luar faskes itu berasalasan karena tidak tersedianya obat. Padahal secara aturan, kata Baihaqi. seluruh kebutuhan obat yang dibutuhkan harus tersedia di faskes sebagaimana tercantum dalam Formularium Nasional (Fornas). Kemudian, penyediaan obat di Faskes juga harus mengacu kepada Fornas dan harga obat yang tercantum dalam e-katalog obat. “Kita tahu juga, potensi penyalahgunaan obat itu sangat tinggi,” ujarnya.

Pasien BPJS itu sendiri, Baihaqi menambahkan, seharusnya tidak dibenarkan untuk membeli obat di luar atas resep dokter sesuai Permenkes 28 tahun 2014.

“Maka untuk itu, kami berharap BPJS di Aceh harus menindak dan memberi sanksi kepada faskes dan dokter yang menganjurkan pasiennya yang membeli obat di luar,” kata Baihaqi.

“Begitu juga dengan pasien, apabila ada yang diminta membeli obat di luar faskes maka harus melapor ke BPJS dan Ombudsman,” tambahnya. [Syukran Jazilla]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here