Beranda Ekonomi Pengusaha: Kadin Aceh Bukan Organisasi Keluarga

Pengusaha: Kadin Aceh Bukan Organisasi Keluarga

BERBAGI
Muntasir

BANDA ACEH – Kalangan pengusaha menegaskan bahwa Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh bukan organisasi keluarga, sehingga kepengurusan berikutnya agar dipimpin oleh orang-orang yang profesional di bidangnya.

“Saya ingatkan bahwa Kadin Aceh bukan organisasi dinasti, sehingga jangan seenaknya untuk menempatkan keluarganya menjadi ketua berikutnya,” ketus Ketua DPD Kadin Kota Banda Aceh Muntasir Hamid di Banda Aceh, Senin (10/9).

Muntasir Hamid mengemukakan hal tersebut menanggapi terkait dengan berakhirnya masa bakti Dewan Pengurus KADIN Aceh periode 2013 – 2018 pada September 2018.

Namun, kata dia, menjelang berakhirnya periode kepengurusan Kadin Aceh yang dipimpin Firmandez, hingga kini belum ada jadwal yang pasti untuk pelaksanaan musyawarah provinsi (musprov) yang merupakan agenda wajib sesuai perintah anggaran dasar/anggaran rumah tangga atau AD/ART.

Terlepas dari itu, Muntasir mengharapkan kepada Firmandez untuk segera mundur dan dipilihnya caretaker untuk pelaksanaan Musprov.

Mantan Ketua DPRK Banda Aceh ini menilai bahwa selama kepengurusan Firmandez, khususnya pada periode ketiga ini, organisasi Kadin Aceh sepertinya tidak ada arah atau kebijakan yang berarti, sehingga tidak ada kontribusi apa-apa buat daerah.

Oleh karenanya, kata dia, kepengurusan mendatang benar-benar orang yang bisa membawa Kadin ini menjadi organisasi yang menciptakan lapangan kerja baru dan menciptakan enterprenur muda di Aceh.

Ia juga berharap kepada Kadin Pusat untuk melihat kenyataan yang ada selama ini bahwa keberadaan Kadin Aceh selama ini vakum atau “mati suri”.

Muhammad Mada yang akrab disapa Ce Mada, pengurus Kadin Aceh minta agar Firmandez selaku Ketua Umum Kadin Aceh saat ini segera melaksanakan rapat lanjutan untuk penetapan kepanitiaan secara lengkap termasuk mengagendakan tanggal pelaksanaan Musprov Kadin Aceh.

“Saya juga mengharapkan agar pengurus Kadin Aceh ke depan diisi oleh orang-orang yang profesional, komitmen dan mempunyai integritas yang tinggi untuk memajukan dunia usaha di Aceh,” kata Ce Mada. [Rizki Aulia]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here