Beranda Ekonomi Belum Optimal, Ketua DPRA Minta Dinas Terkait Benahi Sejumlah Infrastruktur di Pedalaman...

Belum Optimal, Ketua DPRA Minta Dinas Terkait Benahi Sejumlah Infrastruktur di Pedalaman Aceh Utara

BERBAGI
Ketua DPRA Tgk. Muharuddin saat meninjau sejumlah pembangunan infrastruktur di Aceh Utara

PANTON LABU – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Tgk. Muharuddin meninjau sejumlah proyek pembangunan infrastruktur untuk masyarakat di pedalaman Aceh Utara, seperti Seunuddon, Langkahan, dan Cot Girek, Jumat (7/9/2018). Dalam peninjauan itu, Tgk. Muharuddin menemukan adanya sejumlah infrastruktur yang dibangun Pemerintah Aceh melalui dinas terkait belum optimal digunakan untuk kebutuhan masyarakat.

Dalam peninjauan yang mengikutsertakan kepala dinas pengairan dan bina marga Aceh tersebut, di Kecamatan Seunuddon Ketua DPRA menemukan adanya pembangunan Jetty yang berada di Kuala Laga Batang Desa Matang Puntong. Proyek Jetty yang telah menghabiskan anggaran Rp 15 miliar dalam dua tahun anggaran itu tidak dapat digunakan masyarakat sebagai jalur kapal nelayan dari hulu sungai menuju laut.

“Jetty ini belum optimal, karena terdapat sendimen atau penumpukan pasir, sehingga tidak bisa dilalui kapal nelayan. Untuk itu, kami meminta kepada dinas terkait khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan untuk mengeruk pasir ini dan Dinas Perikanan kembali melanjutkan pembangunan jetty ini agar dapat optimal digunakan untuk para nelayan menyandarkan kapalnya,” ungkap Tgk. Muhar.

Ketua DPRA Tgk. Muharuddin meninjau pembangunan Jetty di Desa Laga Batang yang tidak dapat dilalui kapal nelayan. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Di Kuala Laga Batang, Tgk. Muharuddin menjelaskan saat sebelum terjadinya Tsunami di Aceh terdapat Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI). Namun karena rusaknya kawasan ini akibat diterjang Tsunami, Kuala Laga Batang seakan menjadi kawasan “mati”, meski di perairannya memiliki potensi tangkapan ikan yang baik, di mana para nelayan dari daerah lain menangkap ikan di kawasan tersebut.

“Pembangunan Jetty ini sudah saya upayakan melalui program asiprasi selama dua tahun, namun pada tahun ketiga tidak bisa dilanjutkan lagi karena Pergub (APBA). Seharusnya Pemerintah Aceh meneruskan program Jetty ini, apalagi pembangunannya sangat dibutuhkan masyarakat. Jangan seolah-olah karena program aspirasi, sehingga tidak dilanjutkan,” ungkap Tgk. Muhar.

“Jadi Pemerintah Aceh melalui dinas terkait perlu segera mungkin membenahi pembangunan Jetty di kawasan ini, agar kembali menghidupkan perekonomian masyarakat, khususnya para nelayan,” ungkap politisi Partai Aceh ini.

Kondisi Kuala Laga Batang dipenuhi tumpukan pasir laut sehingga tidak dapat dilalui kapal nelayan. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Pengadaan kapal pengeruk, Tgk. Muhar menjelaskan pernah dianggarkan pada tahun sebelumnya dengan sistem multiyears, namun gagal karena bertentangan dengan aturan, di mana pengadaan alat tidak bisa dilakukan dengan pola tahun jamak.

“Untuk itu kita harapkan dinas terkait untuk dapat mengusulkan pengadaan kapal keruk ini, mengingat alat ini sangat dibutuhkan di Aceh yang merupakan daerah yang memiliki garis pantai yang luas. Minimal tiga unit sangat dibutuhkan untuk Aceh hari ini, yang nantinya ditempatkan satu di zona barat selatan Aceh, satu di tengah, dan satu di kawasan pesisir timur Aceh,” ujarnya.

Kepala Dinas Pengairan Aceh Mawardi dalam kunjungan itu mengatakan sendimen (penumpukan pasir yang menghambat akses kapal melalui Jetty) yang terjadi di Kuala Laga Batang terjadi akibat angin. Dinas Pengairan, kata Mawardy, akan menurunkan tim ahli nantinya untuk meninjau permasalahan yang terjadi guna mengoptimalkan Jetty yang telah dibangun tersebut.

“Kami juga akan mengupayakan adanya kapal keruk, agar kuala ini dapat berfungsi dan digunakan untuk para nelayan,” ungkapnyanya.

Selain itu dalam kunjugan tersebut Ketua DPRA Tgk. Muharuddin juga mendapat laporan dari masyarakat Desa Lhok Pue Uk Kecamataan Seunuddon, yang kerap terjadinya abrasi pantai.  Para warga setempat menyatakan setiap pasang purnama desa mereka direndam air laut setinggi lutut orang dewasa, serta menyebabkan sejumlah infrastruktur jalan dan rumah warga rusak, serta puluhan hektar tambak masyarakat terendam air laut.

Ketua DPRA Tgk. Muharuddin melihat kondisi bagian jalan berlubang akibat abrasi pantai di Kecamatan Seunuddon. [Foto: Acehonline/Reza Gunawan]
“Abrasi ini tidak hanya terjadi di desa ini, tetapi mulai sepanjang kawasan pantai Kecamatan Seunuddon, mulai dari Desa Matang Puntong hingga ke kawasan pantai Bantayan. Untuk itu diharapkan kepada Pemerintah Aceh segera melakukan penanganan dengan membangun penahan ombak di sepanjang kawasan pantai di kawasan yang terjadi abrasi, agar dampak kerusakan dan kerugian tidak terus terjadi di masyarakat kawasan tersebut,” jelas Tgk. Muhar.

Menanggapi persoalan tersebut,  Kepala Dinas Pengairan Aceh Mawardi mengatakan akan membawa persoalan tersebut ke provinsi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, untuk dibahas agar adanya penanganan yang dilakukan untuk mengatasi abrasi pantai tersebut.

Tgk. Muharuddin mendengarkan penjelasan warga terkait abrasi yang terjadi di pantai kawasan Seunuddon, Aceh Utara. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]Usai mengunjungi dua desa itu, Tgk. Muharuddin dan para kepala dinas melanjutkan peninjauan ke Desa Darul Aman, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. Di sini,  Ketua DPRA menemukan adanya irigasi untuk persawahan yang tidak dapat dialiri untuk desa lainnya.

“Di Kecamatan Seunuddon terdapat enam desa yang sawahnya tadah hujan atau tidak memiliki irigasi, yaitu Cot Patisah, Cot Trueng, Tanjong Geulumpang, Matang Panyang, Matang Puntong, dan Meunasah sagoe.

‘Irigasi baru ada di Desa Cot Trueng Kemukiman Darul Aman, namun tidak bisa dialiri sepenuhnya untuk seluruh kawasan persawahan di desa tersebut dan desa-desa lainnya. Untuk Itu kita harapkan dinas terkait untuk melakukan kajian khusus untuk mengupayakan irigasi tersebut dapat dialiri untuk desa lainnya atau membangun irigasi lain di sepanjang desa-desa tersebut,” ungkap Tgk. Muhar.

“Selain itu, kita harapkan Pemerintah Aceh juga membangun jalan di kawasan ini yang masih belum teraspal,” tambahnya.

Ketua DPRA berdiskusi dengan Kadis Pengairan dan Bina Marga Aceh terkait upaya pembangunan irigasi untuk enam desa di Kecamatan Seunuddon. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Sementara itu Kasis Pengairan Aceh Mawardi mengatakan akan membahas persoalan itu nantinya di tingkat provinsi serta berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk pembangunan irigasi untuk sawah masyarakat.

“Laporan ini dan temuan di lapangan akan kami bahan nantinya di provinsi untuk ditindaklanjuti,” ungkap Mawardy.

Kondisi jalan di Desa Cot Trueng Kecamatan Seunuddon yang tidak teraspal. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Selanjutnya, Ketua DPRA dan rombongan bergerak menuju Kecamatan Langkahan. Di sini, Ketua DPRA menemukan adanya jembatan yang berada di Gampong Buket Linteung, Dusun Lubok Meuku, yang belum optimal dibangun. Jembatan ini merupakan akses utama masyarakat setempat menuju Kecamatan Cot Girek. Selain jembatan yang belum sempurna, akses jalan di kawasan itu menuju Cot Girek juga belum teraspal.

“Jalannya sudah fungsional (dapat dilalui masyarakat), namun pembangunannya belum optimal. Jembatan ini dibangun sejak tiga tahun lalu, dengan anggaran Rp 5 miliar (dua tahun masa anggaran), yang kebutuhan dananya adalah aspirasi masyarakat yang kita sampaikan ke dinas, namun masih perlu penambahan anggaran untuk penyempurnaannya. Jembatan ini menghabiskan anggaran agak besar karena dibangun agak tinggi, karena kawasan ini merupakan daerah yang sering terjadi banjir ketika musim hujan,” ungkap Tgk. Muhar.

Ketua DPRA dan rombongan meninjau jembatan di Gampong Buket Linteung, Dusun Lubok Meuku, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Kepala Dinas Bina Marga Aceh Jefry mengatakan jembatan dan jalan di kawasan ini masih berstatus milik kabupaten. Untuk penanganan dari provinsi, kata dia, harus ditingkatkan status menjadi jalan provinsi.

“Kami akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemkab Aceh Utara. Kalau langsung kami tangani itu salah, karena status jalannya kabupaten. Jalan ini memungkinkan untuk ditingkatkan status karena menyambungkan akses ke Cot Girek, yang telah bertatus jalan provinsi. Anggaran yang dibutuhkan untuk penyempurnaanya sekitar Rp 4 hingga 5 miliar. Bisa digunakan dana provinsi atau DOKA (Dana Otonomi Khusus Aceh) Kabupaten,” jelas Jefry.

“Mengenai pembangunan jembatannya mengapa belum sempurna dan membutuhkan anggaran tambahan, karena pembangunan jembatannya bertahap dan bangunannya besar, sehingga butuh anggaran tambahan untuk penyempurnaan kebutuhan jembatan lainnya seperti jalan dan lain-lain,” tambahnya.

Kondisi jalan dan jembatan yang berada di Gampong Buket Linteung, Dusun Lubok Meuku, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Tak jauh dari lokasi itu, Tgk. Muhar dan para kepala dinas juga menemukan adanya jembatan rusak yang hanya bisa dilalui masyarakat dengan menggunakan kendaraan roda dua. Jembatan yang juga menghubungkan akses jalan warga Langkahan menuju Cot Girek itu juga sudah berlubang.

Tgk. Muharuddin saat melihat jembatan berlubang di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. [Foto: AcehOnline/ Reza Gunawan]
Kadis Bina Marga Aceh Jefry menyatakan akan mengupayakan pembangunan jembatan di kawasan itu, setelah adanya koordinasi dengan Pemkab Aceh Utara dan adanya peningkatan status jalan menjadi jalan provinsi.

Kondisi jembatan berlubang di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Tgk. Muharuddin mengatakan peninjauan di lapangan tersebut dilakukan sebagai upaya langsung melihat kondisi terkini di lapangan pembangunan infrastruktur untuk masyarakat, agar dapat ditindaklanjuti dan dilakukan penyempurnaan.

“Jadi kami tidak hanya bekerja di kantor saja, dengan menerima laporan di atas meja, tetapi juga langsung meninjau di lapangan. Dengan harapan, masukan-masukan ini dapat menjadi masukan agar adanya proaktif  dan kerjasama yang baik antara dinas tingkat provinsi maupun kabupaten, untuk mensejahterakan masyarakat dan memastikan pembangunan infrastruktur dapat dilakukan dengan baik,” imbuhnya. [Reza Gunawan]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here