Beranda Ekonomi PLN Butuh Stamina Tuntaskan PLTA Peusangan

PLN Butuh Stamina Tuntaskan PLTA Peusangan

BERBAGI
Tim teknis Hyundai, rekanan PLN, memberikan penjelasan progres pekerjaan pembangunan PLTA Peusangan, Jumat (7/9).

“Total investasi PLN untuk PLTA Peusangan Rp4 triliun. Dari total investasi tersebut, 80 persen di antaranya berasal dari pinjaman Jepang, dan 20 persen lainnya dana PT PLN”

TAKENGON – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan, Aceh Tengah, dengan kapasitas 88 megawatt (MV), sudah berlangsung 20 tahun. Progres pembangunannya secara keseluruhan sudah mencapai 63 persen.

“Jadi, untuk menyelesaikan PLTA Peusangan ini, kami butuh stamina. Target kami PLTA Peusangan beroperasi Juni 2022,” ucap General Manajer Unit Induk Pembangunan Pembangkit Sumatera PT PLN Weddy B Sudirman di Takengon, Aceh Tengah, Jumat.

PLTA Peusangan memiliki dua pembangkit. Pembangkit pertama berada di bawah tanah dan pembangkit kedua berada di atas tanah. Air untuk menggerakkan turbin berasal dari Danau Laut Tawar yang diambil melalui aliran Krueng (sungai) Peusangan.

Pembangunan pembangkit listrik ini sudah dimulai sejak 1998. Namun, sempat terhenti ketika konflik Aceh berkecamuk. Pada 2011, pembangunan kembali dilanjutkan.

Namun gempa yang terjadi di Dataran Gayo pada 2013, membuat PLN mengkaji ulang desain teknis pembangunannya karena posisi pembangkit yang berada di bawah tanah, sehingga dikhawatirkan rawan terhadap gempa.

Desain ulang pascagempa tersebut selesai pada 2015. Dan sejak itu, kontraktor asal Korea, Hyundai dan BUMN PT PP kembali menyelesaikan PLTA Peusangan, kata Weddy B Sudirman di sela-sela media tur bersama 30-an wartawan dari berbagai media di Aceh.

Dalam media tur tersebut, PLN mengajak wartawan memasuki terowongan sedalam 700 meter lebih. Di terowongan tersebut nantinya akan dibangun satu unit dari dua pembangkit PLTA Peusangan.

“Kami target operasi penuh PLTA Peusangan pada Juni 2022 mendatang. Sedangkan khusus untuk proses pembangunan pembangkitnya baru 30 persen. Kami yakin ini selesai tepat waktu,” papar Weddy B Sudirman.

Didampingi General Manajer PT PLN Wilayah Aceh Jefri Rosiadi, Weddy B Sudirman mengakui, pembangunan PLTA Peusangan menghadapi banyak berbagai permasalahan, mulai konflik, gempa, hingga persoalan pembebasan lahan.

Menurut dia, pembebasan lahan sebenarnya sudah selesai. Namun, karena pembangunan sempat terhenti, maka tanah yang sudah dibebaskan sebelumnya kembali dikuasai masyarakat.

“Bahkan, sampai sekarang masih ada masyarakat yang mengklaim pembebasan lahan, padahal tanah mereka sudah dibayar. Jadi, kami tidak mungkin membayar pembebasan lahan yang sudah dibebaskan sebelumnya,” ungkap Weddy B Sudirman.

Jika PLTA tersebut nantinya beroperasi, 12 MW di antaranya akan disuplai untuk kebutuhan masyarakat Aceh Tengah. Selebihnya dari 88 MW akan disuplai ke gardu induk di Bireuen, dan selanjutnya masuk subsistem jaringan listrik Sumatera

Total investasi PLN untuk PLTA Peusangan, sebut Weddy, mencapai Rp4 triliun. Dari total investasi tersebut, 80 persen di antaranya berasal dari pinjaman Jepang, dan 20 persen lainnya dana PT PLN.

“Kehadiran PLTA Peusangan ini nantinya turut mendongkrak perekonomian masyarakat. Kami berharap penyelesaian proyek ini bisa tepat waktu. Kendati begitu, kami juga butuh stamina menyelesaikan pembangunan PLTA Peusangan,” kata Weddy B Sudirman. [Rizki Aulia]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here