Beranda Ekonomi Dosen STMIK Bina Bangsa Bantu Alat Pengolahan Keripik untuk Kelompok Usaha Kecil

Dosen STMIK Bina Bangsa Bantu Alat Pengolahan Keripik untuk Kelompok Usaha Kecil

BERBAGI
Dosen STMIK Bina Bangsa Bantu Alat Pengolahan Keripik untuk Kelompok Usaha Kecil di Bireuen. [Foto: Istimewa]

LHOKSEUMAWE – Dosen Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bina Bangsa Lhokseumawe menyerahkan alat pengolahan keripik pisang “vacuum frying” untuk industri kecil (rumah tangga) kepada kelpompok usaha UD. Meutuah Raya di Desa Gelumpang Payong Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen, Kamis, 6 September 2018. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk pengabdian masyarakat mereka untuk meningkat pendapatan pelaku usaha kecil
di Aceh.

“Vacuum frying” merupakan alat untuk penggorengan dan pengepakan keripik, yang diserahkan oleh empat orang dosen STMIK Bina Bangsa Lhokseumawe yaitu Amri, SST. MT, Cut Putri Mellita Sari, SE. M.SI, Fakhri Yanwar, SST. MT, dan Amrullah, S.KOM.M.KOM. Selain memberikan bantuan alat, para dosen STMIK Bina Bangsa juga memberikan pelatihan cara pengoperasian alat tersebut kepada para penerima bantuan.

“Alat ini masih sangat jarang di Aceh, di Bireuen saja masih tergolong belum ada, karena mayoritas pelaku usaha masih menggunakan alat penggorengan biasa atau tradisional dalam mengolah keripik,” ungkap Dosen STMIK Bina Bangsa, Amrullah, Jumat, 7 September 2018.

Dengan adanya alat ini, kata Amrullah, para pelaku usaha akan mendapatkan hasil maksimal dan kualitas yang lebih baik dalam mengolah keripik, guna mendapatkan harga yang lebih tinggi di pasaran. Alat ini, juga mengurangi tenaga yang dilekuarkan saat mengoreng keripik, dibandingkan menggunakan cara tradisional.

“Ini diharapkan juga dapat meningkatkan pendapatan bagi pelaku usaha kecil tersebut, serta menambah pengetahuan bagi para pelaku usaha keripil lainnya di Aceh,” ujarnya.

Amrullah juga berharap, pengabdian masyarakat yang dilakukan para Dosen STMIL Bina Bangsa Lhokseumawe dapat memotivasi para pengusaha keripik dapat meneruskan usahanya dalam bersaing di dunia usaha.

“Kita berharap ini juga menjadi masukan bagi Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota di Aceh agar dapat memberikan banguan alat ini bagi para pelaku usaha di Aceh, dengan harapan para pengusaha kecil di Aceh dapat bersaing dengan pelaku usaha nasional, bahkan internasional dalam memasarkan produk mereka,” harapnya. [Advetorial]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here