Beranda Hukum KPK Tak Akui Pengembalian Uang Gratifikasi dari Irwandi Yusuf

KPK Tak Akui Pengembalian Uang Gratifikasi dari Irwandi Yusuf

BERBAGI
Irwandi Yusuf usai diperiksa KPK, Jumat (6/7/2018). [Foto: Tribunnews]

BANDA ACEH – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan tidak dapat memproses laporan gratifikasi yang dilakukan Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf, yang sebelumnya telah mengembalikan yang sebesar Rp 39 juta ke KPK.

“Setelah melakukan analisis, mengacu pada Peraturan KPK No. 2 Tahun 2014, maka KPK menerbitkan surat tertanggal 14 Agustus 2018 yang intinya laporan tersebut tidak dapat diproses dalam mekanisme pelaporan gratifikasi, karena saat ini sedang berjalan proses penanganan perkara dimana IY adalah salah satu tersangka dalam kasus tersebut,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada acehonline.info, lewat pesan whatshap, Kamis (6/9/2018).

Febri menjelaskan IY melalui kuasa hukum melaporkan penerimaan tersebut ke direktorat gratifikasi KPK yang berjumlah total Rp39 juta pada tgl 11 Juli 2018 atau sekitar 8 hari sejak KPK melakukan tangkap tangan di Aceh.

“Surat (balasan dari KPK) telah disampaikan pada IY melalui kuasa hukumnya. Uang Rp39 juta tersebut kemudian disita penyidik untuk kepentingan penanganan perkara,” jelas Febri.

“Kami ingatkan kembali pada seluruh pejabat agar melalukan pelaporan gratifikasi sejak awal yaitu dalam waktu maksimal 30 hari kerja. Bukan justru baru melaporkan ketika sudah diproses secara hukum. hal ini penting karena salah satu yang dihargai dalam mekanisme pelaporan gratifikasi adalah kesediaan dan kejujuran melaporkan penerimaan gratifikasi meskipun belum diketahui pihak lain, belum pernah dilakukan pemeriksaan baik oleh pengawas internal ataupin penegak hukum,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf menyerahkan uang Rp 39 juta ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Uang tersebut diduga berasal dari mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Aceh Saiful Bahri. Uang itu disinyalir akan diberikan kepada Steffy Burase, salah satu pegiat Aceh Maraton 2018.

“Uang itu, berasal dari Saiful, rencananya akan diberikan kepada Stefy melalui akun rekening Pak Gubernur,” kata pengacara Irwandi, Sirra Parayuan, saat ditemui di Gedung KPK, Jumat 31 Agustus 2018. Sirra tidak mengetahui banyak soal uang tersebut. Yang jelas, kata dia, uang itu digunakan untuk kepentingan pribadi Steffy.

Irwandi Yusuf membenarkan adanya uang Rp 39 juta yang masuk ke dalam rekeningnya, menurut keterangan Irwandi uang tersebut dikirim oleh Saiful.

“Uang jajan untuk seorang teman dari Saiful,” kata Irwandi. Irwandi pun mengaku tidak mengetahui kapan uang tersebut dikirim oleh Saiful.

Irwandi mengetahui adanya pengiriman uang tersebut saat penyidik KPK memperlihatkan ada transfer dua kali ke rekeningnya. Setelah itu, kata Irwandi melanjutkan, uang tersebut dinyatakan sebuah gratifikasi oleh penyidik, dan dia diminta untuk menyerahkan uang tersebut KPK.

“Karena belum sampai 30 hari kerja, uang tersebut saya serahkan ke KPK,” kata Irwandi. [Reza Gunawan]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here