Beranda Ekonomi Nelayan Dilatih Pengolahan Ikan Tuna

Nelayan Dilatih Pengolahan Ikan Tuna

BERBAGI
T Ayatullah Bani Baet

BANDA ACEH – Sebanyak 25 nelayan di Banda Aceh dan sekitarnya dilatih pengolahan ikan tuna agar kualitas dagingnya dari mulai ditangkap hingga sampai ke daratan tidak menurun.

Pelatihan difasilitasi Perkumpulan Peduli Nelayan Tuna Aceh yang dipusatkan di tempat pengolahan ikan milik PT Nagata Prima Tuna, perusahaan ekspor tuna, di kawasan Punge, Banda Aceh, Kamis (16/8/2018).

Sekretaris Perkumpulan Peduli Nelayan Tuna Aceh T Ayatullah Bani Baet mengatakan, pelatihan dikhususkan kepada nelayan penangkap tuna. Sebab, kualitas ikan tuna tetap terjaga diawali setelah ikan ditangkap.

“Kualitas awal ikan tuna itu ada di nelayan. Jika pengolahan ikan setelah ditangkap tidak sesuai standar, maka kualitasnya pun berkurang setelah sampai di darat. Akibatnya, harga pun menjadi murah,” kata dia.

T Ayatullah Bani yang akrab disapa Tam menyebutkan, instruktur pelatihan didatangkan langsung dari Jepang, yakni Kiyoshi Igarashi. Yang bersangkutan menjelaskan bagaimana menangani ikan tuna setelah ditangkap.

“Para nelayan dilatih bagaimana menangani ikan tuna setelah ditangkap, terutama menangani darah ikan. Jika darahnya mengering, tentu akan mempengaruhi kualitas daging tuna, sehingga berimbas kepada harga jual,” kata dia.

Selama ini, kata T Ayatullah Bani, nelayan Aceh terkendala saat penanganan setelah dipancing. Akibatnya, kualitas tuna menjadi menurun dan berdampak pada murahnya harga jual.

“Dengan meningkatnya kemampuan nelayan Aceh menangani ikan tuna setelah ditangkap, tentu berimbas kepada harga jual. Semakin tinggi harga jual tuna hasil tangkapan nelayan Aceh, maka semakin baik pula perekonomian mereka,” pungkas T Ayatullah Bani.

Kepala Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Banda Aceh Zulkifli menyatakan terima kasihnya kepada para pihak yang telah memberikan pelatihan kepada nelayan ikan tuna.

“Sekarang ini banyak ikan tuna hasil tangkapan nelayan, tetapi kualitasnya bermasalah. Hal ini dipengaruhi penanganan ikan tuna setelah ditangkap, sehingga ketika sampai di darat kualitasnya menurun,” kata dia.

Oleh karena itu, lanjut dia, dengan adanya pelatihan tersebut, maka kemampuan nelayan Aceh mengolah ikan setelah ditangkap bisa menjadi lebih baik lagi.

“Tentunya kami berharap dengan adanya pelatihan ini, nelayan mampu menjaga kualitas ikan tuna hasil tangkapannya, sehingga memiliki nilai jual tinggi,” kata Zulkifli. [Rizki Aulia]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here