Beranda Hukum Geledah Kantor BPKS Sabang, KPK Sita Dokumen Terkait Dana Otsus dan Aceh...

Geledah Kantor BPKS Sabang, KPK Sita Dokumen Terkait Dana Otsus dan Aceh Marathon

BERBAGI
Ilustrasi penyidik KPK

BANDA ACEH – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Jumat (10/8/2018), menggeledah Kantor Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS Sabang). Dalam penggeledahan ini, penyidik KPK menyita sejumlah dokumen terkait dana otonomi khusus (otsus) Aceh dan kegiatan Aceh Marathon.

“Penggeledahan dilakukan mulai Pukul 09.30 WIB hingga sore ini,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan whatshap kepada acehonline.info, Jumat sore.

Selain itu, Febri menambahkan, hari ini KPK kembali memeriksa Bupati Bener Meriah, Ahmadi, sebagai saksi untuk tersangka IY (gubernur Aceh) dalam kasus suap terkait dengan pengalokasian dan penyaluran dana otonomi khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018.

“KPK mengonfirmasi pengetahuan saksi terkait dengan aliran dana untuk suap dalam perkara ini,” jelasnya.

Sebelumnya, Kamis kemarin penyidik KPK memeriksa tiga pejabat di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mendalami kasus dugaan suap dana otonomi khusus (Otsus) Aceh yang melibatkan Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf.

Ketiga saksi yang diperiksa itu adalah Indra Baskoro (Sekretaris Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri), Sumarsono (Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri), serta M. Arduan Novianto (Direktur Fasilitas Dana Perimbangan dan Pinjaman Daerah Kemendagri)

“Kepada para saksi didalami terkait aturan tentang alokasi dan proses penganggaran dana otsus Aceh,” jelas Febri.

Selain itu beberapa waktu lalu, KPK telah memeriksa sejumlah saksi di jajaran Pemerintah Aceh terkait kasus dugaan suap Irwandi Yusuf tersebut. Mereka yang diperiksa adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Fajri MT, Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang Sayid Fadhil, mantan kepala Dinas Kepemudaan dan Olah Raga Musri Indris, dan Kepala Dispora Darmansyah, Kadis PUPR Aceh Fajri, (Kadis Sosial Aceh Alhudri, serta Asisten II Pemerintah Aceh Taqwallah.

Selain itu, penyidik KPK juga telah memeriksa istri gubernur Aceh Darwati A Gani terkait dokumen yang ditemukan saat penggeledahan di kediaman pribadi Irwandi. Steffy Burase yang merupakan tenaga ahli Aceh Marathon juga telah tiga kali diperiksa KPK.

Di Polda Aceh beberapa waktu lalu, tim menyidik KPK juga telah memeriksa sejumlah saksi mulai dari kalangan pejabat, pegawai unit pelelangan Pemerintah Aceh, serta pegawai bank.

Sejumlah kantor dinas Pemeritah Aceh juga telah digeledah tim penyidik KPK seperti Dinas PUPR, Dispora, Dinas Pendidikan Aceh, serta Dinas Kesehatan Aceh. [Reza Gunawan]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here