Beranda Ekonomi Pemerintah Aceh Serahkan KUA-PPAS, DPRA Mulai Bahas APBA 2019

Pemerintah Aceh Serahkan KUA-PPAS, DPRA Mulai Bahas APBA 2019

BERBAGI
Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyerahkan dokumen KUA-PPAS APBA 2019 yang diterima Ketua DPRA Tgk. Muharuddin, Senin (6/8/2018). Foto: Humas DPRA]

BANDA ACEH – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyerahkan dokumen Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) dalam sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Senin (6/8/2018). Penyerahan KUA-PPAS itu dilakukan untuk menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (RAPBA) 2019 yang akan dibahas bersama antara Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRA.

Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam sambutannya pada sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRA Tgk. Muharuddin tersebut mengatakan penyusunan KUA dan PPAS tahun anggaran 2019 dilakukan untuk mencapai tujuan pembangunan Aceh berdasarkan delapan prioritas RKPA yaitu penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, peningkatan aksesibilitas dan kualitas kesehatan, pengurangan kesenjangan antar wilayah melalui pengembangan kawasan strategis, peningkatan ketahanan pangan dan energi, penguatan dinul islam dan peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan investasi dan nilai tambah hasil pertanian, industri kreatif dan pariwisata, optimalisasi sumberdaya alam berkelanjutan dan penurunan risiko bencana, serta penataan reformasi birokrasi dan penguatan perdamaian.

“Delapan program prioritas tersebut juga telah diselaraskan
dengan lima belas program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Periode 2017 – 2022 meliputi JKA plus/Aceh, Aceh SIAT, Aceh Caroeng, Aceh Energi, Aceh Meugoe dan Meulaoet, Aceh Troe, Aceh Kreatif, Aceh Kaya, Aceh Peumulia, Aceh Dame, Aceh Meuadab, Aceh Teuga, Aceh Green, Aceh Seuninya, dan Aceh Seumegot,” jelasnya.

Di dalam Rancangan KUA-PPAS tahun anggaran 2019, Nova menjelaskan, Pemerintah Aceh telah merencanakan Pendapatan Aceh sebesar Rp 14.747 triliun dan Belanja Aceh sebesar Rp 15.781 triliun, serta Pembiayaan Aceh sebesar Rp 1.033 triliun.

Sementara itu Ketua DPRA Tgk. Muharuddin dalam paripurna tersebut mengatakan dirinya berharap pengesahan APBA 2019 dapat dilakukan tepat waktu dan dapat disahkan dalam bentuk qanun.

“Seperti diketahui bahwa, ada beberapa konsekuensi bila terjadi keterlambatan dalam pengesahan apba, baik itu bagi Pemerintah Aceh maupun kepada DPR Aceh. Untuk menghindari keterlambatan penetapan APBA tahun anggaran 2019, pemerintah telah mengeluarkan peraturan menteri dalam negeri republik indonesia nomor 38 tahun 2018 tentang pedoman penyusunan apbd tahun anggaran 2019. Permendagri dimaksud menjadi pedoman bagi kita dalam penyusunan dan pembahasan apba tahun anggaran 2019,” ujarnya.

Dalam Permendagri Nomor 38 Tahun 2018, Tgk. Muharuddin menjelaskan, Plt. Gugebur Aceh dan DPR Aceh wajib menyetujui bersama Peraturan Daerah (Qanun) tentang APBA 2019, paling lambat 1 bulan sebelum dimulainnya tahun anggaran 2019.

“Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Aceh harus memenuhi jadwal proses penyusunan APBA tahun anggaran 2019, mulai dari penyusunan dan penyampaian rancangan KUAdan rancangan PPAS kepada DPR Aceh untuk dibahas dan disepakati bersama paling lambat minggu pertama pada Agustus 2018,” jelasnya.

Tgk. Muharuddin juga menjelaskan dokumen KUA-PPAS RAPBA 2019 telah diserahkan melalui sekretariat kepada DPRA sebelumnya pada 12 Juli 2018 lalu. Namun, secara fisik akan kembali diserah-terimakan dalam paripurna tersebut.

“Selama ini penyerahan kedua dokumen tersebut dilakukan dalam suatu rapat antara Banggar dan TAPA, namun kali ini dilakukan dalam bentuk rapat paripurna dengan maksud agar seluruh anggota dewan baik yang tergabung dalam banggar maupun yang bukan dapat memperoleh informasi awal terkait arah kebijakan Pemerintah Aceh yang nantinya tertuang dalam APBA  2019 serta mengetahui rencana awal pemberian plafon anggaran pada masing-masing SKPA,” jelas Tgk. Muharuddin.

“Rapat paripurna ini sekaligus dapat menjadi sarana sosialisasi kepada segenap lapisan masyarakat Aceh bahwa tahapan penyusunan APBA tahun anggaran 2019 telah dimulai,” tambahnya. [Reza Gunawan]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here