Beranda Tekno Mahasiswi UII asal Aceh Ciptakan Alat Penakar Gula Otomatis

Mahasiswi UII asal Aceh Ciptakan Alat Penakar Gula Otomatis

BERBAGI
Yuni Nur Anggraini, mahasiswi prodi Teknik Industri Universitas Islam Indonesia asal Aceh menciptakan penakar gula otomatis bernama ASCHER (Automatic Sugar Container for Health Reminder). [Foto: Istimewa]

YOGYAKARTA – Banyak Negara yang menghadapi permasalahan kesehatan, salah satu permasalahan kesehatan yang dihadapi negara-negara adalah obesitas. Data UNICEF memaparkan bahwa Indonesia mengalami peningkatan obesitas setiap tahun, di mana pada tahun 2012 tingkat obesitas anak Indonesia di lingkup negara ASEAN menjadi yang tertinggi.

Yuni Nur Anggraini, mahasiswi prodi Teknik Industri Universitas Islam Indonesia tidak hanya diam dalam merespon masalah ini, yaitu dengan menciptakan alat inovasi penakar gula otomatis bernama ASCHER (Automatic Sugar Container for Health Reminder).

Tidak hanya sendiri, gadis asal Aceh yang akrab disapa Yuni tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa – Karya Cipta (PKM-KC) bersama dua rekanya yaitu Halida Ulfah (Teknik Industri) dan Jasman (Teknik Elektro) dengan dosen pembimbing, Abdullah Azzam, dalam menciptakan alat ini.

ASCHER merupakan alat penakar gula otomatis yang dilengkapi dengan fitur pengingat yang akan terekam di smartphone pengguna. Takaran gulanya pun sudah sesuai dengan batasan maksimal konsumsi perhari yang telah ditetapkan oleh WHO (World Health Organization), sehingga ketika pengguna ingin mengambil gula yang melebihi takaranya tidak bisa.

“Jadi, hanya dengan cara mengimput nama, jenis kelamin, aktivitas fisik, tinggi badan dan berat badan nnati sudah akan keluar takaran gula dengan otomatis yang seseuai dengan kebutuhan pengguna,” ungkap Yuni.

ASCHER memiliki fitur fitur yang mendukung dalam pengoperasianya. Layar touch screen pada LCD alat ini, terdapat juga tombol untuk mengeluarkan gula. Setelah gula keluar, maka secara otomatis sistem akan merekam banyak gula yang sudah digunakan sehingga hal ini memudahkan pengguna dalam mengkontrol konsumsi gulanya.

Selain itu alat ini juga memiliki beberapa keunggulan yaitu dapat mendorong pengguna untuk mawas diri  dengan maksud untuk mendapatkan kualitas hidup sehat yang tinggi dengan cara mengontrol asupan konsumsi gula setiap harinya.

“Sehingga dengan memanfaatkan kemajuan teknologi karya anak bangsa ini dapat mengurangi dan meminimalisir angka obesitas di Indonesia,” ungkap anak ke pertama dari dua bersaudara dari pasangan  Bejo Irwanto dan Beniati.

Hasil Uji coba alat inovasi ini yang mendapat dana hibah melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karya Cipta DIKTI menunjukan dapat mengeluarkan gula sesuai dengan takaranya namun alat ini belum dapat terhubung dengan smartphone pengguna.

Insyaallah kalau tahap monev ini menang baru nanti akan kami ambungkan ke smartphone, soalnya ketika mau disambungkan ke smartphone kita harus membuat aplikasinya terlebih dahulu sehingga membutuhkan waktu yang agak lama,” tutur gadis kelahiran Bener Meriah ini.

Jika sudah sempurna, Yuni berharap ke depannya alat ini dapat dikomersialkan guna menyelesaikan masalah obesitas yang dihadapi masyarakat Indonesia. Dia juga berharap alat ini dapat membantu masyarakat Indonesia yang ingin menjaga kesehatan tubuhnya dengan cara mengontrol konsumsi gula sehari-hari.

“Alat ini diharapkan dapat menjadi reminder dan pelatih gaya hidup sehat dimulai dari diri sendiri dalam hal pengontrolan konsumsi gula pasir,” pungkasnya.

PENULIS: Nuzila Putri Al-Bana

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here