Beranda Hukum KPK Tetapkan Gubernur Aceh Tersangka Suap, Diduga Minta Persen Setiap Proyek Otsus

KPK Tetapkan Gubernur Aceh Tersangka Suap, Diduga Minta Persen Setiap Proyek Otsus

BERBAGI
Irwandi Yusuf saat akan diboyong KPK ke Jakarta. [Foto: Istimewa]

JAKARTA – Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ditetapkan KPK sebagai tersangka. Dia diduga menerima suap dari Bupati Bener Meriah Ahmadi.

“Diduga pemberian oleh Bupati Bener Meriah kepada Gubernur Aceh sebesar Rp 500 juta bagian dari Rp 1,5 miliar yang diminta Gubernur Aceh,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (4/7/2018).

Pemberian itu disebut terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) pada Provinsi Aceh tahun anggaran 2018. Menurut Basaria, Ahmadi berperan sebagai perantara.

Irwandi dan Ahmadi pun ditetapkan sebagai tersangka. Selain itu, ada dua orang swasta lainnya yang juga ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri.

Untuk Irwandi, Hendri dan Syaiful dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Ahmadi dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Diduga Minta Persen Setiap Proyek Otsus

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf diduga meminta fee pada setiap proyek yang dibiayai dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) atau biasa disebut dana otsus. Besaran fee diduga KPK yaitu 8 persen setiap proyek.

Irwandi disebut menerima Rp 500 juta yang merupakan bagian dari 1,5 miliar dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. Pemberian itu merupakan fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari DOKA pada Provinsi Aceh tahun anggaran 2018.

“Diduga pemberian tersebut merupakan bagian dari commitment fee 8 persen yang menjadi bagian untuk pejabat di Pemerintah Aceh dari setiap proyek yang dibiayai dari dana DOKA,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (4/7/2018).

Menurut Basaria, pemberian pada Irwandi dilakukan oleh orang-orang terdekatnya. KPK masih mendalami adanya pemberian-pemberian suap sebelumnya.

“Tim masih mendalami dugaan penerimaan-penerimaan sebelumnya,” ucap Basaria.

Kronologi Penangkapan

Berikut kronologi peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) KPK:

– Pada 3 Juli 2018 siang, tim KPK mengidentifikasi adanya penyerahan uang Rp 500 juta dari Muyassir/MYS (swasta) kepada Fadli/FD: (swasta) di teras hotel di Banda Aceh.

– MYS membawa tas berisi uang dari dalam hotel menuju mobil di luar hotel, kemudian turun di suatu tempat dan meninggalkan tas di dalam mobil

– Diduga setelah itu FDL menyetorkan uang tersebut ke beberapa rekening Bank BCA dan Mandiri sebesar masing-masing sekitar Rp 50 juta, Rp 190 juta, dan Rp 173 juta.

– Uang yang disetorkan ke beberapa rekening tersebut diduga digunakan untuk pembayaran medali dan pakaian kegiatan Aceh Marathon 2018.

– Sekitar pukul 17.00 WIB, tim mengamankan FDL dengan beberapa temannya di sebuah kafe di Banda Aceh.

– Tim kemudian mengamankan sejumlah orang lainnya di beberapa tempat terpisah di Banda Aceh, yaitu T Syaiful Bahri/TSB sekitar pukul 18.00 WIB di kantor rekanan. Dari tangan TSB diamankan uang RP 50 juta dalam tas tangan.

– Tim kemudian mengamankan Hendri Yuzal/HY dan seorang temannya di sebuah kafe sekitar pukul 18.30 WIB

– Selanjutnya tim bergerak ke pendapa gubernur dan mengamankan Gubernur Aceh Irwandi sekitar pukul 19.00 WIB

– Pihak-pihak tersebut dibawa ke Mapolda Aceh.

– Secara paralel, tim KPK lainnya di Kabupaten Bener Meriah mengamankan sejumlah pihak. Sekitar pukul 19.00 WIB, tim mengamankan Bupati Bener Meriah Ahmadi bersama ajudan dan sopir di jalan di Takengon.

– Sekitar pukul 22.00 WIB, tim mengamankan DLM di kediamannya di Bener Meriah. Tim membawa mereka yang diamankan ke Mapolres Takengon.

– Empat orang, yaitu HY, IY, AMD, dan TSB, dibawa ke Jakarta, Rabu (4/7) serta menjalani pemeriksaan lanjutan di gedung KPK.

“Setelah melakukan pemeriksaan 24 jam pertama, dilanjutkan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh Gubernur Aceh terkait pengalokasian dan penyaluran dana otonomi khusus Aceh tahun 2018 pada Pemprov Aceh,” papar Basaria.

SUMBER: Detik.com

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here