Beranda Nanggroe Ditangkap KPK, Ini Jumlah Harta Kekayaan Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah

Ditangkap KPK, Ini Jumlah Harta Kekayaan Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah

BERBAGI
Irwandi Yusuf turun dari kendaraan lapis baja milik Polda Aceh saat akan diberangkatkan KPK ke Jakarta melalui Bandara Sultan Iskandar Muda. [Foto: Istimewa]

JAKARTA – Gubernur Aceh Irwandi Yusuf terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Sebagai pejabat pemerintah nomor wahid di Aceh, Irwandi memiliki kekayaan senilai Rp 14 miliaran.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Irwandi, total harta Irwandi per 19 September 2016 sebesar Rp 14,83 miliar.

Jumlah tersebut merupakan keseluruhan dari harta Irwandi yang terdiri dari harta bergerak dan harta tidak bergerak. Irwandi tercatat memiliki 8 harta bergerak senilai Rp 2,05 miliar.

Dalam rincian harta bergerak Irwandi, tercantum kepemilikan pesawat merek Shark AERO senilai Rp 500 juta.

Adapun harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan yang dimiliki Irwandi senilai Rp 3,72 miliar. Selain itu, gubernur usungan PKB tersebut memiliki harta berupa giro dan setara kas senilai Rp 9,04 miliar.

Sementar itu Bupati Bener Meriah Ahmadi yang juga turut diboyong KPK ke Jakarta, terungkap memiliki harta kekayaan dengan total Rp 13 miliar lebih yang dilaporkan pada 19 September 2016 untuk yang pertama kalinya.

Dalam data tersebut terungkap, dia memiliki 16 buah harta tidak bergerak berbentuk rumah dan bangunan yang terletak di lokasi Bener Meriah dan Aceh Tengah senilai Rp 1,6 miliar lebih.

Selain itu, ada juga harta bergerak berbentuk alat transportasi sejenis mobil bermerk Toyota Vios, Toyota Avanza, dan Honda Jazz dengan total Rp 470 Juta.

Tak hanya itu, A juga terungkap mempunyai harta bergerak lainnya sejenis peternakan yakni 60 ekor sapi, ada perkebunan 5.000 pohon Gaharu, dan 2.000 pohon kopi senilai Rp 10,6 miliar lebih.

Kemudian, dia memiliki harta bergerak lainnya berbentuk logam mulia, batu mulia, dan barang seni dan antik senilai Rp 300 juta. Namun, A memiliki utang dalam bentuk pinjaman uang total Rp 50 juta.

Sebelumnya, pada Selasa, 3 Juli 2018, Satgas KPK menangkap Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah, Ahmadi terkait dugaan suap dana otonomi khusus Aceh Tahun 2018.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, pihaknya masih menelisik kaitan dugaan suap ini . “Tim sedang mendalami dugaan keterkaitan uang Rp500 juta yang diamankan kemarin dengan dana otonomi khusus Aceh tahun 2018,” kata Febri.

Menurut Febri, saat ini semua pihak yang ditangkap itu sudah dilakukan pemeriksaan awal di Polda Aceh. Kemudian Irwandi Yusuf dan Ahmadi pada Rabu pagi diterbangkan ke Jakarta, untuk mengikuti pemeriksaan lebih lanjut di Gedung KPK. [Detik/JawaPost/Viva]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here