Beranda Nanggroe Penempatan Guru SMA/SMK di Aceh Belum Merata

Penempatan Guru SMA/SMK di Aceh Belum Merata

BERBAGI
wilayah Aceh dilihat dari satelit. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan Aceh Syaridin mengemukakan penempatan guru di SMA/SMK belum merata, sehingga perlu dibenahi agar mutu pendidikan di daerah itu meningkat.

“Kondisi rill ini akan saya sampaikan kepada Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur Aceh, sehingga, visi mewujudkan Aceh ‘carong’ dapat terlaksana dengan sempurna sebagaimana diharapkan dan Aceh menjadi benar-benar hebat,” kata Syaridin di Banda Aceh, Senin (25/6/2018).

Kendala lain yang dihadapi SMA/SMK, kata Syaridin, adalah sarana dan prasarana yang selama ini belum sesuai sebagaimana diharapkan. Berbagai kendala itu dijumapai setelah dirinya selama beberapa hari atau sejak 23 Juni 2018, meninjau sejumlah sekolah SMA/SMK di lintas timur dan utara Aceh, yakni Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa dan Aceh Tamiang.

Pada kunjungan tersebut, Kadisdik Aceh turut didampingi Tenaga Ahli Bidang Pendidikan, Bakhtiar Ishak, Kepala Bidang Pembinaan SMK, Teuku Miftahuddin, Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Zulkifli.

Dalam lawatannya, Kadisdik Aceh dan rombongan mengawali kunjungan ke SMA Negeri 1 Seunudon, Kabupaten Aceh Utara. Selanjutnya menuju SMK Negeri 1 Julok, Aceh Timur, sMA Negeri 1 Idi, SMK Negeri 1 Idi, SMA Negeri 1 Banda Alam, SMA Negeri 1 Ranto Peureulak.

Syaridin menjelaskan, kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan berbagai akses pendidikan seperti sarana dan prasarana termasuk pemerataan guru dalam melakukan proses belajar mengajar (PBM).

“Sehingga kita dapat melihat langsung apa saja yang menjadi kendala dan kebutuhan di sekolah SMA/SMK di Aceh, pasca pelimpahan wewenang sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2014. Kita terus bertekad untuk mewujudkan Aceh Carong (pintar) sebagaimana tertuang dalam visi dan misi Pemerintah Aceh 2017-2022,” ujar Syaridin.

Ia menilai perlu perhatian serius terhadap sekolah-sekolah di seluruh Aceh, semisal ada bangunan sekolah yang mengalami kerusakan.

“Perlu keseriusan semua pihak, baik perbaikan bangunan sekolah maupun pemerataan guru di sekolah-sekolah, sehingga cita-cita bidang pendidikan di Aceh dapat terpenuhi dengan baik,” katanya. [AntaraAceh]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here