Beranda Infotaiment Dewan Adat Gayo Raih Penghargaan dalam Indigeneous Celebration 2018 di Bali

Dewan Adat Gayo Raih Penghargaan dalam Indigeneous Celebration 2018 di Bali

BERBAGI
Peserta Indigeneous Celebration 2018. [Foto: Istimewa]

DENPASAR – Dewan Adat Gayo meraih penghargaan atas keikutsertaanya dalam Pegelaran Pesta Masyarakat Adat Nusantara yang dihadiri sejumlah negara pada 11 – 15 Mei 2018 di Ubud ARMA Bali. Penghargaan itu diserahkan Pendiri Agung Rai Museum Art (ARMA), Agung Rai, kepada Jawahir Syahputra yang merupakan Pimpinan Delegasi dari Dewan Adat Gayo.

“Dalam acara ini, delegasi Dewan Adat Gayo juga diberi kesempatan untuk memberikan edukasi terhadap siswa/i di salah satu sekolah terbaik di dunia yang berada di Bali yang dikenal dengan Green School, yang mempelajari berbagai seni dan budaya dari masyarakat Adat Gayo,” kata Pimpinan Delegasi dari Dewan Adat Gayo, Jawahir Syahputra, dalam siaran pers yang diterima acehonline.info Kamis (17/5/2018).

Dalam kegiatan Akbar Masyarakat Adat tersebut, kata Jawahir, tidak hanya dilaksanakan pagelaran seni dan kearifan lokal saja, melainkan juga menampilkan teaching dance kepada para tamu nasional dan internasional yang diajarkan serta dengan saling bertukar seni dan budaya serta informasi seputar masyarakat adat di daerah masing – masing.

Delegasi masyarakat adat gayo dalam acara Indigeneous Celebration 2018. [Foto: Istimewa]
Jawahir menjelaskan kegiatan yang diikuti oleh delegasi Dewan Adat Gayo ini dihadiri oleh 200 seniman yang berasal dari 32 kelompok suku serta dari tujuh negara yang masing – masing berperan dalam musik, tarian, kearifan lokal serta edukasi.

“Kesempatan yang jarang sekali diikuti ini merupakan moment yang sangat baik untuk memperkenalkan Gayo secara keseluruhan dalam ajang pertemuan suku – suku asli masyarakat adat yang bertaraf International ini,” jelas Jawahir.

Dengan bergabungnya suku – suku asli ini, Jawahir menambahkan, kita dapat melihat kekayaan yang dimiliki negeri ini, serta mengenal Identitas kita sebagai pribumi asli dari tanah bumi Indonesia.

“Kita dapat mengenal dan berupaya agar masyarakat adat nusantara ini menjadi perhatian dan Gayo dapat lebih dikenal dari berbagai aspek, baik itu Kopi serta adat dan budaya masyarakat adat Gayo bisa mendunia,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, delegasi Gayo juga mendapatkan ucapan terima kasih dari Pendiri Yayasan Ranu Welum Emmanuela Shinta yagn merupakan penyelenggara acara tersebut dan David Metcalf yang terus mendukung masyarakat adat. []

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here