Beranda Nanggroe Haji Uma Tinjau Lokasi Ledakan Sumur Minyak di Aceh Timur

Haji Uma Tinjau Lokasi Ledakan Sumur Minyak di Aceh Timur

BERBAGI
Haji Uma meninjau lokasi ledakan sumur minyak di Aceh Timur. [Foto: Istimewa]

PEUREULAK – Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman alias Haji Uma meninjau lokasi kejadian ledakan sumur minyak masyarakat di Gampong Pasir Putih, Ranto Peureulak, Aceh Timur, Sabtu (5/5/2018).

Haji Uma bersama rombongan menuju ke lokasi sekitar pukul 12.30 WIB setelah berkordinasi dengan aparatur desa setempat dan panitia posko penanganan bencana. Haji Uma juga sempat singgah terlebih dahulu di Polsek Ranto Peureulak, yang kemudian melanjutkan perjalanan dengan menumpang motor operasional polisi yang dikemudikan salah satu anggota Polsek Ranto Peureulak.

Di perjananan mejunu lokasi posko penanganan bencana dan lokasi yang dituju, Haji Uma bertemu Kabag Ops. Polres Aceh Timur Kompol Raja Gunawan, yang berencana kembali dari lokasi. Melihat kedatangan Haji Uma, Kompol Gunawan langsung balik arah dan kemudian mendampingi Haji Uma untuk berkunjung ke lokasi sumur minyak.

Setibanya di Posko, Haji Uma disambut oleh tim dan panitia serta kemudian langsung menuju ke lokasi kejadian. Haji Uma turut menyerahkan bantuan dana untuk musibah kebakaran sumur minyak sebesar enam juta rupiah yang diserahkan melalui Camat Ranto Peureulak Saiful di Posko Penanganan bencana sumur minyak di Gampong Pasir, Ranto Peureulak.

Haji Uma saat berdialog dengan apartur gampong dan warga di lokasi itu menyampaikan, bahwa kunjungannya sebagai bentuk kepedulian dan menjalankan tugas kerja dalam kapasitasnya sebagai anggota Komite II DPD RI yang tutut membidangi masalah ESDM.

“Alhamdulillah, saya akhirnya dapat meninjau langsung kondisi di lapangan dan berdialog untuk mendengar serta menyerap masalah dan aspirasi masyarakat di lokasi,” ujar Haji Uma

Dari hasil kunjungannya, Haji Uma mengatakan bahwa setidaknya ada dua hal yang urgent untuk ditindaklanjuti. Pertama terkait perlunya penetapan status dan masa darurat bencana sebagai landasan penanganan darurat bencana. Kedua, urgensitas terhadap formulasi kebijakan dan solusi terhadap langkah penanganan sumur minyak ke depannya.

Berkaitan dengan penetapan status masa darurat bencana, Haji Uma mengatakan Pemkab Aceh Timur perlu melalukan pengkajian guna penetapan status bencana agar memiliki landasan acuan terhadap penanganan bencana ledakan sumur di Ranto Peureulak.

Selanjutnya, berkaitan dengan solusi terhadap langkah penanganan sumur minyak ke depannya merupakan hal yang penting dan mendesak untuk dapat segera dikaji dan diformulasikan.

“Dalam hal ini tentunya juga membutuhkan proses koordinasi dan komunikasi intensif dengan berbagai unsur terkait baik ditingkat daerah maupun pemerintah pusat,” kata Haji Uma.

Namun, Haji Uma menambahkan, apapun bentuk solusinya nanti diharapkan tetap berpihak pada masyarakat dan tidak bertentangan dengan aturan regulasi terkait yang berlaku.

“Ini penting, masyarakat diharapkan tetap menjadi subjek yang menerima manfaat dalam kebijakan penanganan ke depan. Kepentingan ekonomi masyarakat harus jadi bahan dasar pertimbangan dalam perumusan solusi kebijakan ke depan,” ujar Haji Uma.

Haji Uma juga mengatakan sebagai anggota Komite II DPD RI dirinya akan berupaya untuk membawa hasil kunjungannya dalam rapat Komite II dan mendorong pelaksanaan rapat kerja Komite II DPD RI dengan Kementerian dan pihak terkait lain di tingkat pusat. [RILIS]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here