Beranda Ekonomi Apresiasi Petugas Kebersihan, DPRK Banda Aceh Upayakan Asuransi Kerja dan Tunjangan Harian

Apresiasi Petugas Kebersihan, DPRK Banda Aceh Upayakan Asuransi Kerja dan Tunjangan Harian

BERBAGI
Ketua DPRK Banda Aceh, Arif Fadillah, menyerahkan baju seragam bagi petugas kebersihan. [Ian Rifa'i]

BANDA ACEH – Ketua DPRK Banda Aceh, Arif Fadillah, mengatakan pemenuhan fasilitas bagi petugas kebersihan Kota Banda Aceh menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh.  DPRK Banda Aceh juga akan berupaya memberikan asuransi jaminan kerja dan tunjangan harian bagi ‘pasukan orange’ tersebut.

Hal ini disampaikan Arif Fadillah usai menyerahkan baju seragam bagi petugas kebersihan kota Banda Aceh di Kantor Dinas lingkungan hidup Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh, Rabu 2 Mei 2018.

“Mereka para ‘pasukan orange’ patut kita apresiasi karena sudah memberikan kontribusi besar bagi kota Banda Aceh,” kata Arif.

Selain itu, Arif mengatakan selain bantuan fasilitas seperti seragam dan alat kelengkapan kebersihan lainnya, para petugas ini akan diberikan asuransi jaminan kerja dan tunjangan gaji harian lainnya. “Anggarannya dari dana DPRK. Insya Allah nanti akan dibantu”, ujarnya.

Pada prinsipnya, kata Arif Fadillah, apresiasi ini diberikan kepada petugas kebersihan adalah mereka yang mendedikasikan loyalitasnya untuk kebersihan kota danakan terus diperhatikan. Sementara itu, anggaran untuk DLHK dari APBK menurut Arif sudah berjalan dengan baik.

“Kalau dalam kapasitas, mereka sudah cukup, karena dinas DLHK ini adalah dinas andalan kota yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat”, katanya.

Ke depan, kata Fadilah, dirinya juga akan megupayakan penambahan armada angkutan sampah untuk DLHK, seperti tambahan truk khusus pengakut sampah yang tiga roda dan bisa masuk ke lorong-lorong. “Itu sudah dialokasikan dalam dana otsus,” ujarnya.

Kepala Dinas DLHK3 Banda Aceh, T Samsuar mengatakan, pemenuhan kebutuhan petugas sudah dianggarkan dalam dana otsus seperti becak angkut sampah pada setiap gampong di kota Banda Aceh. “Jadi setiap gampong itu ada satu becak”, katanya.

Selain itu, dia juga mengharapkan terhadap penambahan fasilitas kebersihan sampah yang diperlukan, yaitu dari dana sharing dari Anggaran Pendapatan Belanja Gampong.

“Aparat gampong cukup menyediakan uang minyak dan insentif di samping membeli wadah sampah,” ujarnya.

Menurutnya, menangani sampah di kota Banda Aceh, tidak cukup melalui dinas saja, nmun juga adanya partisipasi masyarakat.

“Dengan wilayah Banda Aceh cukup luas dan dengan petugas kebersihan yang berjumlah 650 orang belum cukup. Peran serta masyarakat harus ada. Hari ini, Banda Aceh meraih Adipura karena berkat peran serta masyarakat ada di kota Banda Aceh,” katanya. [Ian Rifa’i]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here