Beranda Infotaiment Ribuan Warga Pidie Meriahkan Apam Fair 2018, Abusyiek: Semoga Bisa Menjadi Kuliner...

Ribuan Warga Pidie Meriahkan Apam Fair 2018, Abusyiek: Semoga Bisa Menjadi Kuliner Nusantara

BERBAGI
Apam Fair Pidie 2018. [Foto: Istimewa]

SIGLI –  Seribuan kaum ibu yang berasal dari 23 Kecamatan di Pidie, tumpah ruah ke Alun alun Kota Sigli untuk memeriahkan festival toet apam yang dikemas dalam pagelaran Apam Fair Pidie 2018, Minggu (29/4/2018).

Event yang digagas Tim Penggerak PKK Pidie tersebut bertujuan untuk melestarikan budaya toet apam yang sering dilaksanakan pada bulan Rajab, sebagai budaya kuliner khas Pidie turun temurun. Kegiatan itu juga untuk menggugah minat generasi muda agar daoat mencintai budaya lokal yang selama ini dinilai telah bergeser.

Ketua Panitia Pelaksana Apam Fair Pidie 2018, Yusrawati mengatakan, event tersebut bertujuan untuk memperkenalkan kembali kuliner khas Pidie yakni Aapam atau serabi yang merupkan kuliner warusan luluhur sejak kerajaan Iskandar Muda dahulu.

“Apam Fair ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali kuliner khas Pidie kepada generasi muda. Karena selama ini terjadi pergesaran nilai dalam memaknai kuliner khas daerah Pidie, atau daerah Aceh,” katanya.

Yusrawati menambahkan, Apam fair tersebut diikutin oleh 1000 peserta dari 23 kecamatan di wilayah Pidie, serta dimeriahkan oleh sejumlah organisasi masyarakat yang juga turut berpartisipasi. Apam atau serabi yang sudah dimasak akan diberi penilaian oleh panitia.

Bupati Pidie Roni Ahmad menyebutkan apam Pidie rasanya cukup legit dan enak, di mana menurutnya berbeda dengan apam yang ada di Aceh.

“Ini patut diberi apresiasi kepada masyarakat yang telah ikut berpartisipasi pada pagelaran apam Fair, sebagai wujud memperkenalkan kembali kuliner khas Pidie yang nantinya diharapkan menjadi kuliner nusantara,” ujarnya.

Roni Ahmad yang akrab disapa Abusyiek itu mengaku kagum dengan usaha masyarakat khususnya kaun ibu yang berpartisipasi dan memeriahkan Apam Fair tersebut.

“Diharapkan event ini bukan yang terakhir, tetapi akan ada kelanjutannya dalam setiap memperingati bulan Rajab dan dijadikan sebagai daya tarik wisatawan lokal maupun nasional dan internasional yang berkunjung ke Pidie,” harapnya. [Juki]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here