Beranda Nanggroe Kondisi Pasien Bocor Jantung di RSUZA Melemah, Ayah Amira: Kami Masih Kekurangan...

Kondisi Pasien Bocor Jantung di RSUZA Melemah, Ayah Amira: Kami Masih Kekurangan Biaya untuk ke Jakarta

BERBAGI
Amira, pasien bocor jantung asal Aceh Selatan yang dirawat di RSUZA. [Foto: Dok. Ayah Amira]

BANDA ACEH – Muhammad Thaisir, ayah dari pasien bocor jantung, Amira Salsabila, balita berusia 4,9 tahun asal Aceh Selatan yang dirawat di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) mengaku belum dapat merujuk buah hatinya ke Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo (RSUCM) Jakarta karena masih kekuarangan biaya untuk keberangkatan. Sementara kondisi bocah malang yang kini masih dirawat di Ruang Inap Anak RSUZA itu terus melemah.

“Sudah 20 hari Amira dirawat di sini (RSUZA), sebelumnya keluar masuk rumah sakit di Tapaktuan, karena tidak bisa ditangani lagi di sana , makanya dirujuk ke mari. Kondisi Amira sekarang terus melemah. Untuk administrasi sudah siap, tapi untuk biaya tabung oksigen dan tiket pesawat belum cukup,” kata Muhammad Thaisir kepada acehonline.info, Senin (30/4/2018), melalui selularnya.

Thaisir menjelaskan, untuk proses keberangkatan ke Jakarta dirinya membutuhkan biaya Rp 15 juta, untuk biaya tabung oksigen dan tiket pesawat. Pihak rumah sakit, kata Thasir, menjelaskan bahwa biaya itu tidak menjadi tanggungan jaminan kesehatan dan harus ditanggung keluarga pasien.

“Dari penjelasan pihak rumah sakit, pasien harus dibaringkan, jadi harus ambil minimal tiga seat (kursi). Karena yang ditanggung BPJS cuma satu kursi, jadi selebihnya harus keluarga pasien yang tanggung,” ujarnya.

Ketika ditanyai penyebab besarnya biaya yang mencapai 15 juta rupiah tersebut, Thaisir mengatakan selain biaya tiket tambahan, biaya itu diperuntukan untuk tabung oksigen untuk pasien.

“Dari pihak pesawat (maskapai penerbangan) katanya tidak boleh bawa tabung dari luar, harus dari mereka. Makanya harus bayar sampai 15 juta. Kalau bisa bawa tabung dari luar, sudah bisa berangkat, tapi terkendala oksigen ini, karena pesannya juga harus tiga hari sebelum berangkat,” jelasnya.

Thaisir mengatakan saat ini dirinya tidak memiliki uang yang cukup untuk memenuhi biaya tersebut. Dirinya baru mendapatkan bantuan sedikit dari Anggota DPD-RI Sudirman atau Haji Uma sebesar Rp 2 juta, yang juga nantinya akan dibantu penginapan atau rumah singgah selama di Jakarta nantinya.

“Rencana berangkat hari Rabu ini. Kalau tidak ada uang, terpaksa satu kursi saja karena itu yang ditanggung. Gimana yang bisa saja nanti di pesawat, Amira saya gendong atau bagaimana lah kita lihat nanti. Saya pasrahkan saja kepada Allah, yang penting harus berangkat (dirujuk ke Jakarta),” ujarnya. “Tapi kalau lohat kondisi pasien, kata pihak rumah sakit dia harus dibaringkan, karena tidak bisa duduk,” tambahnya.

Thaisir berharap Pemerintah Aceh menjelaskan program JKA Plus yang katanya menanggung biaya berobat bagi masyarakat miskin di Aceh.

“JKA Plus itu harus dijelaskan bagaimana, jangan seperti ini masyarakat bingung karena ada biaya yang harus dikeluarkan. Kalau tahu harus keluar uang dan tidak ditanggung seperti ini, tidak saya bawa ke mari, biar saja di kampung,” imbuhnya. [Reza Gunawan]

Note: Bagi masyarakat Aceh yang ingin memberikan bantuan untuk biaya keberangkatan Amira ke Jakarta dapat menghubungi Thaisir di nomor 0852 7643 8877

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here