Beranda Politik Buka Perekrutan Caleg, PKPI Aceh Targetkan 5 Kursi DPRA di Pemilu 2019

Buka Perekrutan Caleg, PKPI Aceh Targetkan 5 Kursi DPRA di Pemilu 2019

BERBAGI
Sekretaris PKPI Aceh Ihsanul Akmal. [Foto: Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Provinsi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (DPP-PKPI) Aceh membuka pendaftaran bakal calon legislatif yang akan diusung pada Pemilu 2019. Pendaftaran ini mulai dibuka sejak 17 April hingga 17 Juni 2018 mendatang.

“PKPI merupakan partai yang lolos terakhir sebagai peserta Pemilu 2019. Hal ini memang menjadi sedikit menjadi kendala, karena banyak kader PKPI mencalonkan diri melalui partai lain, karena sebelumnya partai ini telah dinyatakan gugur,” kata Sekretaris DPP PKPI Aceh Ihsanul Akmal kepada acehonline.info, Sabtu (28/4/2018), di Banda Aceh.

Meski telat menjadi peserta pemilu, Ihsanul mengatakan PKPI Aceh optimis dapat memenuhi kuota caleg yang akan diusung dan dapat ‘bertarung’ maksimal dalam pemilu 2019.

“Sayarat khusus bagi yang ingin mendaftar sebagai caleg PKPI tidak ada. Kami hanya mengikuti syarat umum saja. Hanya saja, para caleg PKPI harus mengikuti AD/ART partai. Yang pastinya PKPI tanpa mahar dalam perekrutan caleg ini,” ungkapnya.

Ketika ditanyai soal target, Ihsanul mengatakan PKPI Aceh hanya menargetkan 5 kursi dari 10 dapil di Pemilu 2019 nantinya.

“Untuk memenuhi target ini, kami berupaya mengusung calon-calon yang memiliki peluang untuk terpilih. Kami memiliki peluang di beberapa dapil. Para pengurus dan kade PKPI di kabupaten/kota akan bekerja maksimal untuk memenuhi target ini,” ujarnya.

Selain itu, Ihsanul Akmal juga mengatakan PKPI Aceh, di samping merekrut caleg, saat ini juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai elemen dan tokoh-tokoh masyarakat untuk memenuhi kuota caleg yang akan diusung dan mendaptkan target 5 kursi tersebut.

“Untuk kuota 30 persen calon perempuan seperti yang ditentukan penyelenggara pemilu, memang agak sedikit terkendala. Apalagi di Aceh sangat minim tokoh perempuan yang terjun ke dunia politik. Namun, kami juga optimis PKPI dapat memenuhi kuota ini,” ungkapnya.

PKPI Aceh, kata Ihsanul, juga memiliki beberapa strategi yang akan digunakan untuk mendulang suara dan mendapatkan target 5 kursi di DPRA. Strategi itu nantinya akan dibahas bersama pengurus kabupaten/kota yang disesuaikan dengan kondisi di daerah masing-masing.

“Untuk basis suara, kami tidak hanya menargetkan satu kalangan. Semua kalangan kami fokuskan, baik pemilih pemula, kalangan dayah, maupun elemen masyarakat lainnya. Jika masyarakat memberikan kepercayaan kepada PKPI, maka Insya Allah kami akan bekerja sungguh-sungguh untuk kepentingan rakyat Aceh.

PKPI Aceh, Ihsanul juga mengatakan membuka peluang bagi partai lokal di Aceh yang membutuhkan ‘kendaraan’ untuk mengusung kadernya ke senayan (DPR-RI).

“Saat ini kami tidak membuat kerjasama dan perjanjian tertulis dengan partai tertentu. Kami menjalin komunikasi dengan semua partai lokal, baik PA, SIRA, maupun partai lokal lainnya, untuk mengirimkan kader-kader terbaik mereka ke senayan,” ujarnya.

Bagi seluruh pengurus dan kader PKPI, Ihsanul Akmal mengimbau untuk dapat bekerja dengan sungguh-sungguh dan membangun komunikasi dengan seluruh kalangan masyarakat untuk dapat bergabung dengan PKPI.

“Semoga kita dapat membangun Aceh yang lebih baik dan memperjuangkan harapan-harapan masyarakat nantinya,” ujar bakal calon legislatif DPRA daerah pemilihan Pidie dan Pidie Jaya ini.

Sebelumnya beberapa waktu lalu, PKPI ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2019 dengan nomor urut 20. PKPI menjadi peserta pemilu setelah memenangkan gugatan yang dilayangkan ke PTUN, di mana sebelumnya partai itu dinyatakan gugur oleh KPU pusat. [Reza Gunawan]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here