Beranda Nanggroe Tinjau Lokasi Kebakaran Sumur Minyak di Aceh Timur, Pangdam IM: Jika Ada...

Tinjau Lokasi Kebakaran Sumur Minyak di Aceh Timur, Pangdam IM: Jika Ada TNI yang Terlibat Lapor ke Saya

BERBAGI
Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin meninjau lokasi kebakaran sumur minyak di Aceh Timur. [Foto: Istimewa]

PEUREULAK – Panglima Kodam  Iskandar Muda Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin meninjau lokasi kebakaran sumur minyak illegal tepatnya di desa Pasir Putih, kecamatan Ranto Peurelak, Aceh Timur, Kamis (26/4/18).

Dalam peninjauan tersebut Pangdam IM didampingi, Asintel Kasdam IM Kolonel Inf Hendriyadi, Asops Kolonel Inf  Bambang Sujarwo, Aster Kolonel Inf Mahesa Fitriadi, Danrem 011/LW Kolonel Inf Agus Firman Yusmono, SIP, M.Si, Wadanyonif RK 111/KB Mayor Inf Guruh Fahmi

Pangdam menyampaikan rasa prihatin dan turut berbela sungkawa atas musibah meledaknya sumur minyak yang sudah menelan 20 korban jiwa dan 30 penderita luka bakar tersebut.

Dalam peninjauan itu, Pangdam melihat langsung di sepanjang rumah yang dilalui menuju Posko Pengendalian Bencana Kebakaran masih terlihat pipa-pipa yang diduga digunakan untuk pengeboran minyak.  Pipa-pipa itu tersusun rapi hampir di setiap halaman rumah warga.

“Ini berarti, hampir semua warga di desa Pasir Putih ini menggantungkan hidupnya dengan melakukan pengeboran minyak ilegal, dan hal ini tentunya sudah dilakukan sejak lama,” ujar Pangdam.

Pangdam mengatakan, masih banyak pekerjaan lain yang bisa dilakukan warga untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Aparat pemerintahan harus bekerja lebih ekstra dalam upaya pencegahan agar kejadian ini tidak terulang lagi di kemudian hari.

“Agar kejadian ini tidak terulang lagi masyarakat harus menghentikan kegiatan ini. Aparat desa juga jangan bosan mengingatkan warga demi keselamatan bersama,” imbau Pangdam.

Pangdam meminta kepada aparat Kepolisian agar mengusut tuntas masalah kebakaran sumur minyak tersebut.

“Jika ada aparat TNI yang ikut terlibat segera laporkan ke saya untuk dilakukan proses hukum secara militer. Begitu juga sebaliknya, jika ada aparat Polri maupun anggota Pemerintahan yang terlibat didalamnya agar disesuaikan dengan proses hukum yang berlaku,” ujarnya.[]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here