Beranda Nanggroe Korban Meninggal akibat Meledaknya Sumur Minyak di Aceh Timur Bertambah Menjadi 19...

Korban Meninggal akibat Meledaknya Sumur Minyak di Aceh Timur Bertambah Menjadi 19 Orang

BERBAGI
Sumur Minyak Illegal di Aceh Timur Meledak' [Foto: Istimewa]

PEUREULAK – Korban jiwa yang meninggal dunia akibat meledaknya sumur minyak illegal yang berada di Desa Pasi Putih Ranto Panjang Peureulak, Rabu (25/4/2018), bertambah menjadi 19 orang. Sementara untuk korban luka berjumlah 40 orang, 5 rumah terbakar, dan 55 kepala keluarga atau 198 jiwa mengungsi.

Informasi yang diperoleh acehonline.info dari petugas Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) disebutkan hingga Kamis dinihari, Pukul 00.05 WIB, api yang membara di sumur minyak tersebut belum berhasil dipadamkan.

Petugas pemadam kebakaran mengantisipasi agar api dari sumur minyak itu tidak berimbas ke rumah-rumah masyarakat dengan menyiramkan air dan bahan pemadam lainnya di TKP.

Sementara itu dalam keterangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang disampaikan kepada gubernur Aceh disebutkan secara administrasi lokasi semburan gas terletak di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, berada pada koordinat 04 47’ 59,30” LU dan 97 48’ 48,70 BT.

Secara geologi lokasi tersebut berada pada Formasi Seureula. Wilayah ini merupakan Wilayah Kerja PT. Pertamina EP Aset 1 Field Rantau, di mana kewenangan pengelolaan wilayah kerja merupakan tanggung jawab pemilik wilayah kerja (Pertamina EP)

Berdasarkan hasil peninjauan dan observasi lapangan oleh Tim ESDM Aceh ke lokasi kejadian diketahui bahwa kedalaman pemboran diperkiran 258 meter.

Hal ini menunjukkan bahwa cebakan gas yang mengalami semburan adalah berupa trap gas, yaitu cebakan gas dangkal yang potensinya secara ekonomis tidak signifikan.

Langkah penanganan yang dapat dilakukan yaitu menunggu sampai cadangan trap gas pada cebakan kedalaman 258 meter berkurang atau habis, sehingga semburan akan berhenti dengan sendirinya.

“Namun ini tidak dapat dipastikan berapa lama akan berhenti. Pada beberapa kasus bisa beberapa hari sampai beberapa minggu,” ungkap tim ESDM.

kobaran api dari sumur minyak di Aceh Timur. [Foto: FB Mahnizar Helmy]
Penutupan untuk menghentikan api pada permukaan atau lubang semburan tidak dapat dilakukan. Hal ini mengingat potensi gas akan keluar pada zona lemah yang lain di sekitar lokasi yang mengakibatkan semburan gas akan menjadi lebih sporadis pada wilayah yang lebih luas.

“Penghentian permanen dapat dilakukan melalui pemboran miring dengan menyuntikkan lumpur bor kedalam lubang semburan pada kedalaman tertentu yang aman. Namun ini membutuhkan waktu yang relative lama dan biaya yang lebih besar karena harus memobilisasi rig pemboran dan instrumen bor ke lokasi kejadian,” jelas tim ESDM.

Sebagai tindak lanjut, tim ESDM menambahkan,  dari penanganan kejadian ini adalah melakukan pengamatan kontinyu terhadap aktivitas semburan.

“Bila diamati adanya penurunan aktivitas dalam satu atau dua hari ke depan, maka sebaiknya langkah penanganan yang dipilih adalah menunggu sampai aktivitas semburan berhenti dengan sendirinya. Namun perlu menjaga jarak aman aktivitas masyarakat dari lokasi kejadian termasuk kemungkinan adanya gas sulfide dan CO yang bersifat racun terutama pada malam hari,” ujarnya.

Dinas ESDM Aceh berkoordinasi dengan Pertamina terkait penanganan pemadaman semburan gas yang terjadi, terutama terhadap keamanan di lokasi kejadian. “ESDM Aceh dan Pertamina akan mendiskusikan penanganan lebih lanjut apabila dalam dua hari ke depan tidak terjadi penurunan aktivitas semburan,” ujarnya.

Berikut data korban akibat meledaknya sumur minyak di Aceh Timur yang diperoleh acehonline.info dari BPBA

Daftar korban meninggal dunia:

  1. Nazarullah (30th), warga Gampong Pasi Putih
  2. Afrizal (35th), warga Gampong Punti Payong
  3. Era bin M. Siddiq (32th), warga Gampong Pasi Putih
  4. Siti Hafizah (70th), warga Gampong Pasi Putih
  5. Mak Wen (55th), warga Gampong Bhom Lama
  6. Nini bin Abdul Wahab (32th), Gampong Bhom Lama
  7. Riska Ardiansyah, Warga Pasi Putih
  8. Eridansyah, Warga Alue Dua
  9. Sudariyono, warga gampong Alue Batee
  10. Putra Zubir, warga Bhom Lama
  11. Dedi Saputra (25th), warga Ranto Peureulak
  12. M.Rafi
  13. 13.Siti Rahya ( Pasi putih)
  14. Muklis
  15. M.Fariz
  16. Riskal
  17. Al-Husairi (21th), Kec. Ranto Peureulak
  18. Adnan Saputra (30th)
  19. M. Faisal Rizal (30), warga Kec. Peudawa

Jumlah rumah terbakar 5 unit, antara lain:

  1. Rumah milik Siti Hafizah (70th)
  2. Rumah milik Zainabah (85th)
  3. Rumah milik Ridwan Hutabarat (40th)
  4. Rumah milik Maryani (60th)
  5. Rumah milik Muhammad Yanis (45th)

Jumlah korban luka-luka 40 orang. Daftar korban luka-luka:

Rumah Sakit Graha Bunda-Idi Rayeuk:

  1. Julianta Putra (27th), warga Gp. Tanah Anoe-Idi Rayeuk
  2. M. Nur (42th), warga Kec. peureulak barat
  3. Yusri (36th), warga Kec. Pantee Bidari
  4. Puta Maulana (28th), Kec Ranto Peureulak
  5. Junaidi (33th), warga Kec. Peureulak Barat

Rumah Sakit Zubir Mahmud-Idi Rayeuk

  1. Effendi hamid (50th), warga Kec Ranto Peureulak
  2. Irnawan (34th), warga Kec. Ranto Peureulak
  3. Agussalim (26th), warga Kec. ranto Peureulak
  4. Ishak (48th), warga Kec. Ranto Peureulak
  5. Burhanuddin (38th), warga Kec. Ranto Peureulak
  6. Suheri (31th), Kec. Ranto Peureulak
  7. Sapriyadi (25th), Kec. Peureulak Barat
  8. Haikal Fikri (15th), Kec. Peureulak Barat
  9. Jumadi Amin (40th), Kec. Peureulak barat
  10. Junaidi (31th), Kec. Peureulak barat
  11. Saudah (50th), Kec. Ranto Peureulak
  12. Halimah (70th), Kec. Ranto Peureulak
  13. Murniyati (37th), Kec. Ranto Peureulak
  14. Fatahillah (12th), Kec. Ranto Peureulak
  15. Rifki Mauliansyah (23th), Kec. Ranto Peureulak
  16. Muklis Rusli (42th), Kec. Peureulak barat
  17. Agus Faizir (35th), Kec. Ranto Peureulak

RS Sultan Abdul Aziz-Peureulak

  1. Akbar (18), warga Gp. Bhom Lama
  2. M. Ridwan (21), warga Gp. Pasi Putih
  3. Zainuddin (38), warga Gp. Leuge
  4. Muksal Mina (24), warga Gp. Alue Rambong
  5. Mahyuddin (18), warga Gp. Pasi Putih
  6. M. Yusuf (40), warga Gp. Pasi Putih
  7. Hafifuddin (36), warga Gp. Bhom Lama
  8. Saiful (28), warga Gp. Awe Udep
  9. M. Husin (35), warga Gp. Lubuk Pempeng
  10. Sari Yulis (25), warga Gp. Tempen
  11. Muhammad Yani, warga Pasi Putih
  12. Radiati (25), warga Gp. Pasi Putih
  13. M. faisal (18), warga Gp. Bhom Lama
  14. Heri Herliza (19), warga Gp. Tanjung Tani
  15. Umar hamzah (45), warga Gp. Beusa Beuranoe
  16. M. Razi, warha gp. Alue Dua
  17. Muklis (46), warga Gp. Alue Dua
  18. Zainal Abidin (35), warga Gp. Pasi Putih

 

PENULIS: Reza Gunawan

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here