Beranda Ekonomi Soal Penyelesaian Masalah Air Bersih di Banda Aceh, Aminullah: Itu 2019

Soal Penyelesaian Masalah Air Bersih di Banda Aceh, Aminullah: Itu 2019

BERBAGI
Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dan wakilnya Zainal Arifin. {Foto: Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengatakan akan segera merealisasikan janji-janji kampanyenya yang diutarakan pada Pilkada 2017 lalu.

“Itu (realisasi janji kampanye) akan segera kami realisasikan dalam bulan ini juga,” kata Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman usai Paripurna Istimewa DPRK Banda Aceh dalam rangka HUT Kota Banda Aceh ke 813, Senin (23/4/2018), di Gedung Utama DPRK Banda Aceh.

Aminullah menjelaskan, dia bersama wakilnya Zainal Arifin dalam Pilkada lalu menjanjikan tiga sektor seperti pemberian santunan dana kematian, dana melahirkan, serta penyaluran beras miskin (raskin) secara gratis.

“Raskin sudah diberikan pemerintah pusat, kami yang tebus. Jika ada masyarakat yang menebus raskin, bilang kepada kami supaya kami bayar,” ujarnya.

Sementara itu soal penanganan masalah air bersih (PDAM) yang hingga kini belum terselesaikan di Banda Aceh, Aminullah mengatakan hal itu akan diselesaikan pada 2019.

“Itu tidak mungkin sekarang, karena butuh investasi dan dana besar. Jadi kalau untuk persoalan air bersih akan diselesaikan pada 2019,” ujarnya.

Meskipun demikian, Aminullah mengatakan saat ini Pemerintah Kota Banda Aceh berupaya sedikit-demi sedikit untuk memperbaiki saluran air dan menangani permasalahan itu.

“Pelan-pelan sudah kami perbaiki, tapi masih banyak yang kurang. Ini tetap menjadi komitmen kami, karena kami sudah janji kepada masyarakat akan diselesaikan,” ungkapnya.

Untuk menyelesaikan masalah air bersih ini, Aminullah menambahkan, Pemko Banda Aceh membutuhkan anggaran yang sangat besar. Untuk memperbaiki saluran air bersih di Banda Aceh, kata dia, menghabiskan anggaran hingga Rp 100 miliar.

“Kalau kami serap semua anggaran untuk bangun saluran air bersih, maka program yang lain tidak akan jalan. Jadi, kami mencoba untuk mencari investasi dari luar. Kalau tidak ada dana lain, terpaksa pakai anggaran Banda Aceh, karena yang lain belum pasti,” ujarnya.

Selain itu, Aminullah mengatakan ke depan dirinya juga akan memprioritaskan penyelesaian masalah kemiskinan dan pengangguran di Banda Aceh, yang kini juga menjadi permasalah yang belum terselesaikan.

“Kami sudah genjot enam bulan kemarin di 2017, angka pengangguran dari 12 persen sudah menjadi 7,7 persen. Kita harapkan ke depan semakin baik lagi penurunan angkanya,” ujarnya.

Selain itu, Aminullah mengatakan dirinya juga akan memprioritaskan peningkatan sektor wisata di Banda Aceh.

“Salah satu program unggulan untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran adalah sektor wisata. Ramai orang bawa uang, maka warga Banda Aceh akan sejahtera,” ujarnya. [Reza Gunawan]

BERBAGI

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here