Beranda Ekonomi Aminullah-Zainal Diminta Realisasikan Janji-Janji Kampanye

Aminullah-Zainal Diminta Realisasikan Janji-Janji Kampanye

BERBAGI
Anggota DPRK Banda Aceh, Irwansyah. [Foto: Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah, meminta kepala pemerintahan Kota Banda Aceh yang baru, Aminullah Usman – Zainal Arifin untuk dapat merealisasikan janji-janji politik yang disampaikannya pada saat kampanye pencalonan sebagai wali kota dan wakil wali kota Banda Aceh.

“Hal ini sudah ditunggu-tunggu oleh warga Banda Aceh. Program yang dijanjikan itu sudah memasuki tahap untuk direalisasikan, seperti santunan untuk kematian dan melahirkan,” kata Irwansyah kepada acehonline.info, Sabtu (21/4/2018), di Banda Aceh.

Di daerah lain, Irwansyah menjelaskan, seperti halnya Nagan Raya dan Aceh Barat Daya (Abdya) program yang sama itu sudah direalisasikan.

“Untuk hal ini, wali kota harus tegas terhadap kepala dinasnya,” ujar Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRK Banda Aceh ini.

Persoalan itu, kata Irwansyah, juga menjadi contoh kasus yang harus disikapi Kepala Pemerintahan Kota Banda Aceh.

“Dinas-dinas yang lemah kinerjanya harus dievaluasi. Termasuk masih adanya pungutan terhadap pemberian beras miskin (raskin). Ini seharusnya tidak terjadi,” ujarnya.

Dalam hal ekonomi, Irwansyah menambahkan, masalah pengangguran merupakan persoalan yang masih terjadi di Banda Aceh.

“Ini juga merupakan program yang juga ditunggu warga Banda Aceh. Program menyediakan lapangan kerja seperti yang dijanjikan harus direalisasi, agar kalangan pemuda di Banda Aceh yang menghabiskan waktu berjam – jam di warung kopi ada kegiatan,” ujarnya.

Selain itu, Irwansyah juga menyorot soal menurunnya eskalasi patroli petugas Wilayatul Hisbah (WH).

“Wali kota harus memberikan catatan kepada kepala dinas terkait, di mana hal ini ini tidak boleh ada penururan, justru harus ditingkatkan,” ujarnya.

Meski demikian, Irwansyah mengapresiasi beberapa kinerja Pemko Banda Aceh saat ini seperti siar Islam yang semakin semarak, yaitu kegiatan-kegiatan zikir.

“Kegiatan yang positif ini diharuskan relevan dengan penurunan pelanggaran syariat Islam. Di satu sisi siar meningkat, maka pelanggaran syariat harus menurun,” ungkapnya.

Irwansyah juga mengapresiasi kinerja lainnya yang dilakukan Pemko Banda Aceh, seperti kesediaan kepala daerah yang lebih membuka diri bagi masyarakat.

“Namun persoalan lainnya yang ada di Banda Aceh juga harus disikapi, seperti mengevaluasi program dan kinerja para kepala dinas,” ujar Irwansyah.

“Di awal kepemimpinan kepala daerah yang baru, apa yang sudah bagus di masa kepemimpinan sebelumnya jangan hilang, agar tidak adanya penilaian di publik terjadinya degradasi atau penurunan kinerja,” tambahnya. [Reza Gunawan]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here