Beranda Ekonomi Rektor UIN Ar-Raniry : Banyak Masyarakat Aceh Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

Rektor UIN Ar-Raniry : Banyak Masyarakat Aceh Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

BERBAGI
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Farid Wajdi. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Farid Wajdi mengatakan Aceh merupakan salah satu daerah terkaya di nusantara. Namun saat ini menurutnya, rata-rata masyarakat Aceh hidup di bawah garis kemiskinan.

“Kesejahteraan masyarakat di Aceh harus benar-benar ditingkatkan. Ada apa sebenarnya dengan Aceh?” ujar Prof. Farid Wajdi saat menjadi pemateri pada kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Substantif Penyuluh Agama Islam Non PNS Angkatan VII dan VIIl di Aula Balai Diklat Keagamaan (BDK) Aceh, Jum’at (20/4/2018).

Prof. Farid menjelaskan, berdasarkan hasil survey yang dilakukan sebuah lembaga, menempatkan Aceh di posisi ke l7 sebagai daerah yang aman dan sejahtera. Hal itu menurutnya kalah jauh dengan Bali yang menempati posisi pertama.

“Ini sangat miris, karena Aceh merupakan daerah syari’at Islam,” kata Prof. Farid.

Prof. Farid menambahkan, dalam survey tersebut indikator kesejahteraan masyarakatnya diukur dari usaha dan kerja yang dilakukan masyarakat Aceh. Selain itu, kasus maraknya pengemis terorganisir di Aceh saat ini menurutnya, menjadi penilaian yang menempatkan Aceh sebagai daerah dengan tingkat kesejahteraan kurang baik jika dibandingkan Bali.

Untuk itu, Prof. Farid juga mengajak para penyuluh Non PNS ini untuk mensikapi fenomena maraknya pengemis di persimpangan jalan dan juga warung-warung yang ada di Aceh.

“Harus ada langkah kongkrit dari para penyuluh untuk mensikapi fenomena ini, agar pengemis di Aceh bisa berkurang dan bisa hilang sama sekali. Kita berharap suatu saat pengemis ini tidak ada lagi di bumi Aceh,” harap Prof. Farid.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Farid juga mengajak Para Penyuluh Agama Islam untuk selalu bisa mensosialisasikan kerukunan internal agama dalam kehidupan masyarakat. Saat ini, kata dia, toleransi umat Islam saat ini di Aceh dan juga di Indonesia terhadap non muslim sangat bagus.

“Kita umat Islam jangan mau diadu domba sesama muslim. Hilangkan ego sektoral, agar umat Islam akan menjadi umat yang terbaik,”tutup Farid. [RILIS]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here