Beranda Hukum Banda Aceh Gelar Hukum Cambuk di Halaman Masjid, Geuchiek Zainal: Pergub Tunggu...

Banda Aceh Gelar Hukum Cambuk di Halaman Masjid, Geuchiek Zainal: Pergub Tunggu Fatwa Ulama

BERBAGI
Pelanggar Syariat Islam di Banda Aceh dihukum cambuk di halaman Masjid Jami' Lueng Bata. [Foto: Ian Rifa'i]

BANDA ACEH – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh melalui instansi terkait melaksanakan hukuman cambuk bagi delapan pelanggar syariat Islam, Jumat (20/4/2018), di halaman Masjid Jami’ Lueng Bata.

Para pelanggar yang dicambuk antara lain NA dan MR yang dihukum karena menyediakan fasilitas jarimah khalwat masing-masing 15 kali cambukan. PT dan RS terdakwa Ikhtilat, yang masing-masing dihukum 25 kali cambukan.

Selanjutnya ZH dan EM, terdakwa Jarimah ikhtilat masing-masing dihukum 25 kali cambuk. Serta YF dan RA terdakwa Ikhtilat yang masing-masing dihukum 13 kali cambukan.

Pelanggar Syariat Islam di Banda Aceh dihukum cambuk di halaman Masjid Jami’ Lueng Bata — Aceh Online. [Foto: Ian Rifa’i]
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin, kepada wartawan mengatakan Pemko Banda Aceh belum mengikuti Peraturan Gubernur Aceh Nomor 5 Tahun 2018 yang mengatur pelaksanaan hukuman cambuk di lembaga pemasyarakatan, yang ditetapkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf beberapa waktu lalu, karena masih menunggu fatwa Majelis Pemusyawaratan Ulama (MPU) Banda Aceh.

“Pelaksanaan hukuman cambuk ini bukan berarti melawan pergub, kami tetap mematuhi aturan yang ada. Namun, kami masih menunggu pendapat dan fatwa MPU Banda Aceh terkait aturan itu,” kata Zainal Arifin yang akrab disapa Geuchiek Zainal usai pelaksanaan hukuman cambuk tersebut.

Geuchiek Zainal menjelaskaan, dari informasi yang diterimanya, pergub pelaksanaan hukuman cambuk di lapas belum diatur sedemikian rupa, termasuk belum siapnya lapas untuk pelaksanaan hukuman cambuk bagi pelanggar syariat Islam.

“Sehingga pelaksanaannya tetap dilakukan seperti aturan yang ada. Sekali lagi kami bukan melawan pergub, tapi hanya melaksanakan seperti aturan yang telah ada (sesuai Qanun Jinayat),” tegas Geuchiek Zainal.

Ketika ditanya sampai kapan pelaksanaan cambuk dilaksanakan di halaman masjid, Geuchiek Zainal, mengatakan pelaksanaan hukuman cambuk tetap dilakukan seperti aturan yang telah ada, sampai MPU Banda Aceh memberikan fatwa resmi terkait hukuman cambuk dilaksanakan di lapas.

“Kami akan duduk dengan MPU, jika itu memenuhi syarat pelaksanaan syariat Islam maka akan diikuti, namun semuanya tergantung dari fatwa MPU. Jujur kami tidak paham benar tentang tata aturan pelaksanaan hukum cambuk sesuai syariat Islam, jadi kami menunggu jawaban dan keputusan ulama,” ujar Geuchiek Zainal.

“Kami akan mendengar dan mengikuti fatwa ulama, jadi saya pikir kita tunggu saja pendapat ulama dan jangan mendahului ulama,” tambahnya. [Ian Rifa’i]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here