Beranda Nanggroe Massa Ormas Islam: Jika Cambuk Tertutup Sama Saja Mendukung Maksiat

Massa Ormas Islam: Jika Cambuk Tertutup Sama Saja Mendukung Maksiat

BERBAGI
Tgk Muslem At Thahiry saat berorasi dalam Aksi Bela Qanun Jinayat 194. [Foto: Ian Rifa'i]

BANDA ACEH – Usai menggelar zikir bersama, para massa ormas Islam yang melakukan aksi unjukrasa di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (19/4/2018), kembali berorasi mendesak gubenur Aceh mencabut Peraturan Gubernur Aceh Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Acara Hukum Jinayat, yang mengatur pelaksanaan hukuman cambuk di lembaga pemasyarakatan (lapas).

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Aceh, Tgk. Muslem At-Thahiry, saat berorasi dalam Aksi Bela Qanun Jinayat 194 itu mengatakan penerapan hukuman cambuk bagi pelanggar syariat Islam secara tertutup, sama saja mendukung Pekerja Seks Komersil (PSK) untuk melakukan maksiat di Aceh.

“Kalau cambuk dilakukan tertutup, sama saja kita mengundang para pelaku seks komersil ke Aceh dan mendukung mereka melakukan maksiat. Yang mendukung pergub dan yang teken berarti mendukung PSK. Kalau tidak tau jangan langsung teken, undang ulama Aceh untuk membahasnya,” teriak Tgk. Muslem.

Selain itu, dalam orasinya Tgk. Muslem meminta Pemerintah Aceh untuk tidak takut terhadap intervensi pusat dan asing. Dia juga meminta pemerintah pusat tidak mengotak Atik syariat Islam di Aceh.

“Gubernur jangan takut, rakyat ada di belakang. Rakyat yang memilih gubernur, jika gubernur berpihak kepada syariat Islam, maka rakyat akan mendukung,” ujarnya. “Bagi yang tidak suka dengan syariat Islam di Aceh, silahkan meninggalkan Aceh.”

Tgk Muslem At Thahiry saat berorasi dalam Aksi Bela Qanun Jinayat 194. [Foto: Ian Rifa’i]
‌Tgk. Muslem Muslem juga menjelaskan, Allah memerintahkan cambuk di muka umum supaya menjadi pelajaran bagi yang lain agar tidak melakukan tindakan yang dilarang agama.

“Jika gubernur tidak tau dan tidak mengerti jangan sok tau. Pergi mengaji,” teriak Tgk. Muslem.

Tgk. Muslem juga meminta semua pihak untuk tidak mengganggu syariat Islam di Aceh. “Jika ada yang menganggu atau mengotak-atik syariat Islam, langkahi dulu mayat kami,” ujarnya. “Kami siap mengalirkan darah jika syariat Islam di Aceh terganggu. Kami juga siap menumpahkah darah untuk tegaknya syariat Islam di Aceh.”

Dalam orasinya, Tgk Muslem juga mengatakan jika qanun jinayat dikotak-atik dan Pergub cambuk tidak dicabut, maka mereka akan kembali mengajak masyarakat untuk memadati kota Banda Aceh dengan kembali menggelar aksi yang sama.

Tgk. Muslem juga menegaskan aksi bela Qanun Jinayat itu tidak ada kaitan dengan politik atau kepentingan pemilu 2019. Dia juga mengatakan aksi itu murni dilakukan untuk penegakan syariat Islam di Aceh.

Sementara itu orator lainnya menyampaikan Qanun Jinayat yang telah menjadi acuan hukum pelaksanaan cambuk di Aceh telah sesuai dengan ketentuan agama. Dalam pembahasan Qanun Jinayat, mereka mengatakan telah melibatkan para ulama di Aceh. Untuk itu, mereka menolak pelaksanaan cambuk dilakukan di lapas dan meminta gubernur Aceh mencabut pergub yang telah ditetapkan itu. [Reza Gunawan]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here