Beranda Lingkungan BMKG: Cuaca Ekstrem Landa Wilayah Barat-Tengah Aceh

BMKG: Cuaca Ekstrem Landa Wilayah Barat-Tengah Aceh

BERBAGI
Ilustrasi hujan lebat

BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat, memperikaran cuaca cenderung ekstrem melanda sejumlah wilayah terutama Barat dan Tengah Aceh.

“Sejak awal pekan kemarin, kita melihat timbul pusaran angin di sebelah Barat Aceh,” terang Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Blang Bintang, Aceh, Zakaria Ahmad di Aceh Besar, Selasa (17/4/2018).

Akibat yang ditimbulkan dari pusaran angin tertutup itu, jelas dia, yakni terjadinya hujan lebat, terutama bagian Barat-Selatan Aceh, dan Aceh wilayah Tengah.

Sebagian kecil melanda Aceh wilayah Timur, seperti Aceh Timur bagian Timur, Aceh Tamiang bagian Barat, Aceh Besar bagian Timur dan Selatan, Pidie bagian selatan meliputi Keumala, Tangse dan Geumpang.

Laporan masuk ke BMKG, Senin, (16/4), terjadi hujan ekstrim di Bandara Lasikin, Simeulue dengan curah 103 milimeter, dan Darul Makmur di Nagan Raya, Aceh, dengan curah 102 milimeter.

“Masih terdapat massa udara basah, yang cukup lembap. Jika kita melihat kondisi dan fenomena di Aceh, maka selama tiga hari ke depan potensi hujan kembali turun di wilayah tersebut,” katanya.

Cuaca seperti ini terjadi di Aceh, tegas dia, akibat angin timuran membawa massa udara kering dari Benua Australia, dan kondisi ini selaras dengan awal periode musim kemarau.

“Pekan ini, kita masih harus waspada terhadap hujan lebat. Terutama potensi banjir, seperti Simeulue, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan Aceh Tamiang,” ucap Zakaria.

Pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh Selatan, Suhaidi, berujar, pihaknya tidak bisa berbuat banyak akibat kondisi topografi wilayah tersebut.

Ia mengaku, topografi Aceh Selatan terdiri dataran rendah, bergelombang, hingga pegunungan tingkat kemiringan sangat curam, yang berbatasan Aceh wilayah Tengah dan Samudera Hindia.

“Kawasan yang banjir, memang itu-itu saja. Namun, terdapat beberapa sungai yang mengalami pedangkalan, sehingga harus segera dilakukan normalisasi,” katanya. [AntaraAceh]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here