Beranda Politik GERINDRA: PAN dan PKB Akan Keluar dari Koalisi Jokowi

GERINDRA: PAN dan PKB Akan Keluar dari Koalisi Jokowi

BERBAGI
Jokiwi dan Prabowo. [Istimewa]

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan Partai Amanat Nasional dan Partai Kebangkitan Bangsa akan masuk ke koalisi Gerindra.

“Warna hijau dan biru,” kata Arief memberi kode warna partai pemerintah yang akan bergabung ke koalisi Gerindra, Sabtu, 14 April 2018.

Menurut Arief, dua partai itu akan lari dari Joko Widodo menjelang pendaftaran calon presiden. Apalagi, petinggi PAN, Amien Rais, selalu mendukung Gerindra. Sedangkan Demokrat diperkirakannya akan merapat ke kubu Joko Widodo.

Sejauh ini, partai koalisi pendukung Jokowi adalah Golkar, PDI Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Hati Nurani Rakyat, Partai NasDem, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, dan Perindo. Sedangkan, koalisi Gerindra baru ada Partai Keadilan Sejahtera.

Sebelumya beberapa waktu lalu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk maju dalam pemilihan presiden 2019. Prabowo membantah anggapan adanya keraguan dan pesimisme selama proses pencalonannya sebagai presiden.

“Saya tidak perlu menjawab, tapi saya adalah pemegang mandat dari para anggota Gerindra dari seluruh Indonesia,” kata Prabowo dalam pidato penerimaan mandat saat Rapat Koordinasi Nasional Partai Gerindra di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Jawa Barat, Rabu, 11 April 2018. Sebagai pejuang Partai Gerindra, selama diberi kekuatan oleh Yang Mahakuasa, ia masih akan berjuang.

“Dan selama saya dipercaya Partai Gerindra, akan saya jalankan,” ujarnya. Mantan Komandan Jenderal Korps Pasukan Khusus itu menyatakan siap maju sebagai capres jika mandat diberikan kepadanya.”Seandainya Partai Gerindra memerintahkan saya untuk maju dalam pemilihan presiden yang akan datang, saya siap melaksanakan tugas itu,” ujar Prabowo.

Prabowo memberikan jawaban atas usulan hampir semua kader Partai Gerindra untuk mengusungnya sebagai calon presiden. Dalam rapat koordinasi nasional yang berlangsung tertutup itu, 34 Ketua Dewan Pimpinan Daerah Provinsi serta 529 Ketua Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Partai Gerindra menyampaikan usulnya.

Sejumlah tokoh politik pun datang, di antaranya Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, dan Sekretaris Jenderal PAN Eddy Suparno.

Selain PAN, petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yakni Presiden PKS Sohibul Iman dan Sekretaris Jenderal PKS Mustafa Kamal, serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut hadir. Dengan keputusan ini, Prabowo bakal berduel dengan Joko Widodo dalam pilpres 2019. [Tempo.co]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here