Beranda Hukum Polisi Ringkus Komplotan Prostitusi Online di Lhokseumawe

Polisi Ringkus Komplotan Prostitusi Online di Lhokseumawe

BERBAGI
Sejumah pekerja seks komersil (PSK) online dihadirkan saat rilis kasus di Polres Lhokseumawe, Aceh, Selasa (27/3/2018). [Foto: AntaraAceh]

LHOKSEUMAWE – Jajaran Kepolisian Resor Lhokseumawe menciduk komplotan pelaku prostitusi online di kawasan Cunda, Kecamatan Muara Dua, Senin (26/6) malam.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta kepada wartawan di Lhokseumawe, Selasa mengatakan, dalam pengerebekan di sebuah rumah pada pukul 00.00 WIB itu polisi menahan sejumlah pelaku.

Adapun indentitas pelaku tersebut antara lain, FA (28) ibu rumah tangga, warga Cunda, CSM (35), IRT warga Cunda, MS (50) nelayan warga Aceh Selatan, GW (33) IRT warga Panton Labu (Aceh Utara), SR (21) IRT warga Kota Langsa, RR (24), warga Lhokseumawe dan ES (33), warga Seunuddon (Aceh Utara).

Kapolres menyatakan, penangkapan terhadap pelaku prostitusi tersebut dilakukan pada Senin malam, setelah sebelumnya diperoleh informasi bahwa di lokasi di kawasan Cunda, diketahui terjadinya praktek prostitusi.

“Berdasarkan informasi yang dapat, kita lakukan pengembangan dan dengan beberapa tim langsung melakukan penggerebekan dan berhasil menangkap beberapa orang yang terlibat dalam praktek prostitusi tersebut, baik yang berperan sebagai mucikari, PSK dan juga penghubung,” ungkap Kapolres.

Lebih lanjut dikatakan, dari hasil penangkapan tersebut, selain menahan tersangka, juga membawa serta barang bukti berupa, 7 unit handphone dengan berbagai merek, baju kaos, celana kain panjang, celana jeans warna merah.

Sambung Kapolres, kepada pelaku diancam hukuman cambuk sesuai dengan Pasal 23 ayat 1 dan 2 Jo pasal 25 ayat 1 dan 2 Qanun Aceh No 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

“Karena di Aceh berlaku hukum Syariat Islam, sehingga kepada pelaku dikenai hukum Syariat Islam,” kata AKBP Ari Lasta.

Berdasarkan keterangan sementara dari para pelaku praktek prostitusi online tersebut, mereka telah menjalani aktivitasnya antara 4 bulan hingga setahun, sedangkan tarif yang dipasang untuk sekali kencan mulai Rp300 ribu hingga Rp500 ribu. [AntaraAceh]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here