Beranda Nanggroe Mahasiswa Aceh Demo Tuntut Harga Pertalite Diturunkan

Mahasiswa Aceh Demo Tuntut Harga Pertalite Diturunkan

168
BERBAGI
Ilustrasi SPBU

BANDA ACEH – Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banda Aceh menggelar demonstrasi menuntut harga bahan bakar minyak atau BBM, terutama jenis pertalite diturunkan.

Tuntutan tersebut disampaikan seratusan mahasiswa dalam unjuk rasa di Gedung DPR Aceh di Banda Aceh, Rabu (28/3/2018).

Sebelum di DPR Aceh, massa mahasiswa menggelar unjuk rasa dengan tuntutan serupa di Bundaran Simpang Lima, yang jaraknya beberapa ratus meter dari gedung wakil rakyat tersebut.

Dari Bundaran Simpang Lima, massa mahasiswa berkonvoi dengan sepeda motor menuju Gedung DPR Aceh. Massa memarkirkan sepeda motornya di depan pintu masuk Kantor Pemasaran Pertamina Wilayah Aceh yang jaraknya hanya puluhan meter dari Gedung DPR Aceh.

Akibatnya, puluhan sepeda motor massa mahasiswa tersebut menutup akses kendaraan yang keluar masuk dari Kantor Pertama yang berada di Jalan Tgk Daud Beureueh, Banda Aceh, tersebut.

Sementara itu, dalam aksinya, massa mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan “BBM Naik Rakyat Menjerit”, “Tolak Kenaikan Harga BBM”, dan lainnya.

Yulinda, peserta aksi dalam orasinya menyatakan, bahan bakar minyak merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Kenaikan BBM menyebabkan semakin beratnya perekonomian masyarakat.

“Kenaikan BBM juga menyebabkan semua kebutuhan barang pokok masyarakat ikut naik. Kenaikan BBM menyebabkan ekonomi masyarakat semakin terpuruk,” kata dia disambut teriakan “hidup mahasiswa” oleh pengunjuk rasa.

Alfian Rinaldi, koordinator aksi, menyatakan, mahasiswa merasa kecewa kenaikan harga BBM, terutama jenis pertalite. Kenaikan harga BBM itu juga tidak disampaikan kepada masyarakat

“Masyarakat baru mengetahui kenaikan BBM ketika membeli di SPBU. Kenaikan ini berdampak pada naiknya harga semua kebutuhan pokok,” ungkap Alfian Rinaldi.

Ia juga menyebutkan, kenaikan harga BBM jenis pertalite dalam tahun 2018 terjadi dua kali. Pertama naik Rp100 dan kedua Rp200 per liter. Sementara BBM jenis premium sulit didapat masyarakat.

“Karena itu, kami menuntut pemerintah menurunkan harga BBM jenis pertalite serta mengusahakan ketersediaan BBM jenis premium. Kami juga meminta pemerintah memastikan subsidi BBM untuk masyarakat kecil,” kata Alfian Rinaldi.

Anggota DPR Aceh Abdurrahman dan Zuriat Suparjo yang menerima kedatangan massa mahasiswa menyatakan akan meneruskan aspirasi mahasiswa kepada pimpinan dan pemerintah pusat.

“Secara pribadi, kami juga menolak kenaikan harga BBM. Kenaikan harga BBM memberatkan masyarakat,” kata Abdurrahman, anggota DPR Aceh dari Partai Gerindra di hadapan massa mahasiswa. [AntaraAceh]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here