Beranda Hukum Nyambi Jadi PSK Online dengan Tarif Rp 2 Juta, Polisi Tangkap Mahasiswi...

Nyambi Jadi PSK Online dengan Tarif Rp 2 Juta, Polisi Tangkap Mahasiswi di Banda Aceh

308
BERBAGI
PSK Online diciduk polisi di Banda Aceh. [Foto: Detik.com]

BANDA ACEH – Tujuh terduga pekerja seks komersial (PSK) dan seorang germo ditangkap personel Polresta Banda Aceh. Tarif para perempuan ini adalah Rp 2 juta per orang untuk sekali kencan.

Kedelapan pelaku dihadirkan saat konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Jumat (23/3/2018). Tujuh terduga PSK mengenakan topeng dan menutup mulut dengan masker. Sedangkan si germo mengenakan sebo dan baju tahanan berwarna oranye.

Penangkapan terduga PSK online dan germo ini berawal dari informasi yang diperoleh polisi. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi kemudian melakukan penyamaran sebagai pemesan. Komunikasi dengan germo berinisial MRS dilakukan via WhatApp. Setelah polisi berhasil meyakinkan, MRS kemudian mengirim beberapa foto.

Ketika itu, polisi memesan dua PSK berinisial AYU dan CA. Setelah harga cocok, transaksi selanjutnya dilakukan di sebuah hotel di kawasan Aceh Besar. Polisi saat itu menyerahkan uang Rp 4 juta untuk menyewa dua PSK. Seusai transaksi, seorang PSK langsung diamankan, sedangkan germo ditangkap di parkiran.

Setelah menangkap keduanya, polisi melakukan pengembangan. Enam terduga PSK lain selanjutnya diamankan di beberapa lokasi di Banda Aceh. Ketujuh terduga PSK ini adalah AYU (28), CA (24), RM (23), DS (24), RR (21), IZ (23), dan MU (23).

“Enam orang perempuan yang kita amankan ini merupakan mahasiswi dan satu orang pekerja swasta,” kata Kapolresta Banda Aceh AKBP Trisno Riyanto dalam konferensi pers di Mapolresta, Jumat (23/3/2018).

Mereka diciduk pada Rabu (22/3) sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah diamankan, mereka diboyong ke Mapolresta Banda Aceh untuk menjalani pemeriksaan. Hingga sore tadi, mereka masih diamankan di Mapolresta.

“Dua akan ditahan, yaitu MRS dan AYU. Sementara yang lain akan dibina,” ungkap Trisno.
Baca juga: Puluhan Gadis di Jawa Barat Disuruh Kerja ‘Begituan’

Menurut Kapolresta, tarif para perempuan ini masing-masing Rp 2 juta. Mereka dipertemukan dengan calon pelanggan oleh germo MRS lewat aplikasi chatting WhatsApp. MRS sendiri sudah dua tahun menjalani bisnis tersebut.

“Perempuan yang kita amankan ini merupakan jaringan MRS. Modus operasinya MRS mengirim foto ke pelanggan yang memesan,” jelas Trisno.

Germo Dapat Upah Rp 600 Ribu

Tujuh perempuan diduga Perkerja Seks Komersial (PSK) online dan seorang germo di Aceh ditangkap. Tarif PSK ini masing-masing Rp 2 juta. Sementara germo mendapat jatah hingga Rp 600 ribu dari hasil ‘menjual’ 1 PSK.

Kapolresta Banda Aceh AKBP Trisno Riyanto, mengatakan, germo berinisial MRS (28) asal Sumatera Utara mengaku sudah dua tahun menyediakan PSK. Perempuan yang dikelolanya rata-rata masih berstatus mahasiswi.

“Jadi berdasarkan pengakuanya, dia (MRS) dapat jatah Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu. Tapi tergantung kesepakatan juga dengan perempuan yang dipakai oleh pelanggan,” kata Trisno dalam konferensi pers di Mapolresta, Jumat (23/3/2018).

MRS menawarkan perempuan PSK ini ke pelanggan melalui aplikasi WhatsApps. Modus operasinya, calon pelanggan menghubungi dia kemudian baru dikirimkan foto-foto perempuan yang ditawarkan. Setelah terjadi kesepakatan, baru dilakukan transaksi di hotel.

Dalam menjalankan “bisnisnya”, pelaku ini kerap berpindah-pindah lokasi transaksi untuk menghindari razia polisi syariat. Saat ditangkap pada Rabu (21/3) sekitar pukul 23.00 WIB, mereka sepakat melakukan transaksi di sebuah hotel di Aceh Besar.

“Mereka berpindah-pindah lokasi hotel,” jelas Trisno.

Para PSK online yang diciduk polisi diduga nyambi melayani lelaki hidung belang untuk mencukupi kebutuhan hidup.

“Mungkin mencukupi kebutuhan hidup mereka. Kan perlu gaya sekarang. Enam perempuan ini mahasiswi dan satu karyawan swasta,” kata Kapolresta. [Detik.com]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here