Beranda Hukum Warga Banda Aceh Diimbau Laporkan Pangkalan Elpiji Nakal

Warga Banda Aceh Diimbau Laporkan Pangkalan Elpiji Nakal

BERBAGI

BANDA ACEH – Warga di wilayah hukum Kepolisian Resor Kota Banda Aceh (Polresta) diimbau melaporkan pangkalan nakal yang menjual elpiji subsidi di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Laporkan kepada kami jika ada pangkalan menjual elpiji subsidi lebih mahal dari HET,” tegas Kepala Polresta (Kapolresta) Banda Aceh AKBP Trisno Riyanto di Banda Aceh, Rabu.

Selain itu, kata dia, masyarakat juga diminta jika ada kedai atau warung yang menjual elpiji subsidi. Sebab, banyak laporan ada kedai yang menjual elpiji subsidi dengan harga lebih dari dua kali harga eceran tertinggi.

Kapolresta menyebutkan, elpiji subsidi tersebut diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Jika gas tersebut dijual dengan harga tinggi melebih HET yang ditetapkan pemerintah, tentu akan memberatkan masyarakat miskin.

“Selain itu, kepolisian juga akan memantau dan meningkatkan penegakan hukum terhadap dugaan penyimpangan harga jual elpiji subsidi tersebut,” tegas AKBP Trisno Riyanto.

Sebelumnya, kata dia, Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh menangkap dua penjualan elpiji subsidi karena menjualnya lebih mahal dari harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

Keduanya ditangkap atas laporan masyarakat di dua tempat di Aceh Besar, yakni di Gampong Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, dan kawasan Sibreh, Kecamatan Suka Makmur.

“Keduanya ditangkap karena diduga menjual elpiji subsidi hingga Rp35 ribu. Sementara, harga eceran tertinggi atau HET Rp18 ribu,” ungkap Kapolresta Banda Aceh.

Selain mengaman dan menetapkan keduanya sebagai tersangka, polisi juga menyita 313 tabung elpiji subsidi isi tiga kilogram. Terdiri 312 tabung kosong dan satu ada isi.

Kedua tersangka dijerat melanggar Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 21 tentang minyak dan gas bumi.

Pasal tersebut menyebutkan setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan niaga bahan bakar yang disubsidi pemerintah dipidana dengan penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar.

“Kini, tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolresta Banda Aceh untuk pengusutan lebih lanjut,” kata AKBP Trisno Riyanto. [AntaraAceh]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here