Beranda Nanggroe Desak APBA Segera Disahkan, Mahasiswa ‘Geruduk’ Kantor DPRA

Desak APBA Segera Disahkan, Mahasiswa ‘Geruduk’ Kantor DPRA

BERBAGI

BANDA ACEH – Puluhan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala menggelar unjukrasa, Selasa, 20 Februari 2018, di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Para mahasiswa mendesak DPRA segera mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2018.

Dalam aksi itu, para mahasiswa membentang sejumlah spanduk yang di antaranya bertuliskan “Sahkan segera APBA, rakyat Aceh menjerit” dan juga spanduk yang bertuliskan “Jangan ada ego antara eksekutif dan legislatif “. Para mahasiswa itu juga berorasi secara bergantian.

“Kenapa APBA tidak kunjung disahkan? Karena mereka sedang bagi-bagi ‘warisan’. Mereka tidak ingat bahwa APBA itu milik rakyat Aceh,” teriak seorang mahasiswa dalam orasinya.

Koordinator Aksi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Unsyiah, M Haris Munandar, mengatakan keterlambatan pengesahan APBA bukan hanya terjadi saat ini, melainkan sudah menjadi tradisi di DPR Aceh. Keterlambatan pengesahan anggaran itu menurutnya membuat ‘kemacetan’ pembangunan Aceh di sejumlah sektor.

“APBA harus disahkan pada 27 Februari sepeti yang dijanjikan gubernur. APBA harus memuat program yang dibutuhkan masyarakat. DPRA harus serius membahas dan segera mensahkan APBA,” ujarnya.

Wakil Ketua DPR Aceh, Irwan Djohan, saat menemui mahasiswa yang berunjukrasa mengatakan pembahasan APBA saat ini masih dalam proses. DPRA, kata Irwan, tidak berniat untuk memperlambat pengesahan anggaran.

“Tidak ada alasan bagi kami atau mencari-cari alasan mengapa APBA hingga kini belum disahkan. Saya pribadi merasa malu dan merasa paling bersalah dengan rakyat Aceh, karena tahun ini pengesahan APBA paling terlambat dari yang sudah-sudah. Seluruh provinsi lainnya sudah, cuma Aceh saja yang satu-satunya yang tersisa,” ujarnya.

Irwan Djohan juga mengatakan tidak dapat menjelaskan secara rinci faktor dari terlambatnya pengsehahan APBA. “Kalau dijelaskan kenapa panjang ceritanya, saya siap menerima adik-adik mahasiswa untuk berdialog secara khusus di ruangan saya, nanti akan saya jelaskan semuanya,” kata Irwan.

Mahasiswa Tolak Rencana Pembelian Pesawat

Dalam aksi itu para mahasiswa juga menolak rencana Pemerintah Aceh yang akan membeli beberapa unit pesawat, dengan alasan untuk memantau illegal logging dan illegal fishing. Mahasiswa menilai, Aceh saat ini belum membutuhkan pesawat, di mana anggaran pembelian pesawat lebih baik digunakan untuk sektor lain, seperti membenahi rumah masyarakat miskin yang tidak layak huni.

Wakil Ketua DPR Aceh Irwan Djohan mengatakan DPRA belum dapat memutuskan apakah menerima atau menolak rencana pembelian pesawat tersubut. Menurutnya, hal itu nantinya akan diputuskan secara musyawarah.

“Jikapun nantinya tidak ada jawaban saat musyawarah, nanti akan dilakukan voting, apakah anggota DPR Aceh menerima atau tidak,” ungkapnya.

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here