Beranda Ekonomi Lembaga Zakat Kedah Malaysia Kagumi Mustahiq Binaan Baitul Mal Aceh

Lembaga Zakat Kedah Malaysia Kagumi Mustahiq Binaan Baitul Mal Aceh

383
BERBAGI
Kepala Pegawai Eksekutif Lembaga Zakat Negeri Kedah Malaysia, Dato'Zakaria bin Othman (dua dari kanan) dan rombongan saat mendengarkan penjelasan dari mustahiq binaan Baitul Mal Aceh, Rohani (tiga dari kanan) di tempat usahanya di Gampong Lampisang, Kec. Peukan Bada, Aceh Besar, Rabu (10/1/2018).

BANDA ACEH – Lembaga Zakat Negeri Kedah Malaysia, Rabu (10/1/2018) melakukan kunjungan ke beberapa tempat usaha dari mustahiq binaan Baitul Mal Aceh (BMA).

Tempat usaha yang dikunjungi di antaranya usaha pembuatan sabun cair serbaguna di Gampong Ilie, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, usaha kue tradisional Aceh di Gampong Lampisang, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar dan grosir pakaian di Pasar Aceh.

Dalam kunjungan tersebut rombongan yang berjumlah 12 orang ini sangat mengagumi dengan usaha-usaha yang digeluti oleh mustahiq binaan BMA itu.

“Kami merasa senang dan kagum dengan mustahiq binaan ini. Mereka telah mampu memaksimalkan modal usaha dari Baitul Mal Aceh untuk kemajuan usahanya,” kata Kepala Pegawai Eksekutif Lembaga Zakat Negeri Kedah Dato Zakaria bin Othman.

Dato Zakaria menambahkan di Lembaga mereka, modal usaha diberikan secara hibah kepada mustahiq tanpa revolving (bergulir). Sedangkan di BMA modal usaha itu diberikan secara revolving (bergulir) dalam jangka waktu setahun dengan cara diangsur per bulan. Kemudian diberikan penambahan modal usaha dalam jumlah yang lebih besar untuk peminjaman berikutnya.

“Pola yang BMA terapkan ini sangat menarik, dan kami akan mencoba untuk menerapkannya di Negeri Kedah,” ungkap Dato Zakaria.

Hal lain yang menjadi perhatian mereka selama berada di tempat usaha binaan itu adalah adanya usaha bersama dari para mustahiq. Ia mencontohkan ada mustahiq yang berperan sebagai penjual dan beberapa mustahiq lainnya sebagai penyedia barang yang yang akan dijual.

“ini juga sangat bagus untuk kita adopsi, artinya ada usaha bersama dari sesama mustahiq untuk saling membantu dalam memasarkan usaha mereka,” tambahnya.

Plt Kepala Baitul Mal Aceh Zamzami Abdulrani menjelaskan sampai saat ini mustahiq binaan BMA berjumlah sekitar 1.450 orang. Mereka terbagi ke dalam beberapa sektor, di antaranya sektor pertanian, perdagangan, jasa dan home industri.

“Kami berharap melalui program bantuan modal usaha ini dapat membantu mereka dalam menyejahterakan keluarganya. Dan tujuan utama kami, mudah-mudahan akan ada dari mustahiq itu yang menjadi muzakki,” harap Zamzami.

Kepala Pegawai Eksekutif Lembaga Zakat Negeri Kedah Malaysia, Dato Zakaria bin Othman (kiri) dan rombongan saat mendengarkan penjelasan dari mustahiq binaan Baitul Mal Aceh, Moh. Idris (berpeci) di tempat usahanya di Gampong Ilie, Kec. Ulee Kareng, Banda Aceh, Rabu (10/1/2018).

Sehari sebelumnya, Selasa (9/1/2018), Lembaga Zakat Negeri Kedah Malaysia ini juga berkunjung ke Kantor Baitul Mal Aceh (BMA), di Kompleks Keistimewaan Aceh, Banda Aceh. Kunjungan ini diterima langsung Plt Kepala Baitul Mal Aceh Zamzami Abdulrani beserta jajarannya.

Kepala Pegawai Eksekutif Lembaga Zakat Negeri Keudah Zakaria bin Othman sebagai ketua rombongan mengatakan lawatan ini merupakan lawatan silaturahim antara Malaysia dengan Aceh. Pihaknya sangat tertarik dengan program zakat produktif Baitul Mal Aceh.

“Di Keudah lembaga zakat dengan Baitul Mal dan wakaf itu terpisah. Hal ini berbeda dengan di Aceh,” kata Dato Zakaria.

Diskusi berjalan dengan santai, antara Baitul Mal Aceh dengan pihak Lembaga Zakat Keudah saling bertukar informasi. Pihak Baitul Mal Aceh memberikan gambaran apa saja yang dilakukan dengan dana zakat dan infaq selama ini.

Plt Kepala Baitul Mal Aceh Zamzami Abdulrani menjelaskan bahwa hak amil di Aceh tidak diambil karena gaji amil sudah dianggarkan pemerintah Aceh. “Hak amil juga akan disalurkan untuk mustahik,” kata Zamzami.

Ada dua cara menurun angka kemiskinan di Aceh katanya, pertama program rumah layak huni bagi mereka yang tidak mampu membangun rumah.

Kedua Baitul Mal Aceh meningkatkan pendapatan mustahik dengan memberikan bantuan modal usaha produktif. Dengan demikian juga akan meminimalisasi rentenir di Aceh.

Kemudian di Baitul Mal Aceh juga ada program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). Beasiswa ini diberikan kepada mereka yang dalam keluarganya belum ada sarjana satu pun. Ini juga program produktif dalam bentuk pemberdayaan jangka panjang

Presentasi selanjutnya disampaikan Kepala Bidang Penyaluran dan Pendayagunaan Rizky Aulia. Ia menjelaskan pada 2018 Baitul Mal Aceh akan membangun 1.000 rumah duafa bagi fakir miskin yang bersumber dari dana infaq.

“Kami juga ada program unggulan bagi fakir uzur seumur hidup. Mereka yang sudah lanjut usia diberikan Rp400 ribu per bulan,” kata Rizky Aulia. [Nahrisa]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here